foto: dokumen

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Karimun, hingga sekarang terus mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Karimun untuk tetap waspada terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Walaupun saat ini terjadi penurunan, kasus DBD di awal Januari lalu sempat mencuat hingga 36 kasus.

’’Alhamdulillah, untuk kasus DBD aman dan terkendali saat ini. Tapi, tetap kita harus waspada, mengingat saat ini memasuki musim hujan dan musim durian,’’ pesan Kepala Dinas Kesehatan Karimun, Rahmadi, Selasa (18/6/2019).

Untuk mengantisipasi kasus DBD, diharapkan kepada masyarakat agar menguras penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum dan sebagainya. Kemudian menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menampung air hujan.

’’Kunci utamanya adalah, harus tetap memantau kondisi lingkungan di rumahnya. Lebih baik mencegah dari pada mengobati, terutama bagi anak-anak apabila demam tidak kunjung sembuh. Agar segera dibawa ke rumah sakit maupun puskesmas terdekat, supaya dapat ditangani oleh dokter,’’ ungkapnya.

Sementara itu Camat Karimun, Arpan, ketika dihubungi mengatakan pihaknya hingga sekarang belum mendapatkan laporan baik itu dari Lurah maupun Kepala Desa terhadap kasus DBD beberapa bulan terakhir. Akan tetapi, dengan kondisi cuaca seperti ini tetap harus diwaspadai terhadap DBD.

’’Ya kita tetap harus waspada, terus menginformasikan kepada masyarakat supaya menjaga lingkungannya. Dan apabila ada tanda-tanda berkembangbiaknya nyamuk Aedes Agedypti yang membawa virus dengue. Supaya melapor ke kantor Lurah, Desa maupun Camat, agar dilakukan fogging oleh Dinkes nantinya atau bisa meminta serbuk abate di Puskesmas terdekat,’’ ujarnya.

Sebelumnya, di awal Januari terjadi 36 kasus DBD dengan daerah yang terbanyak berada di Kecamatan Tanjungbalai Karimun dan Kecamatan Kundur. Masing-masing kecamatan ini tercatat sebanyak delapan kasus.

Kemudian DBD juga menjangkiti beberapa kecamatan lainnya seperti Kecamatan Tebing, Meral, Kundur Barat. Masing-masing kecamatan ini tercatat sebanyak lima kasus.
Sedang Kecamatan Kundur Barat dan Kecamatan Belat masing-masing tercatat dua kasus. Sedang di Kecamatan Meral Barat tercatat satu kasus.

Di tahun 2018 lalu, kasus DBD di Kabupaten Karimun mencapai 176 kasus dengan korban meninggal dunia ada empat orang. Namun dari empat orang yang meninggal dunia, tiga orang juga terjangkiti dengan penyakit lainnya seperti TB, diabetes, dan HIV. (tri)

Loading...