batamps.co.id – Kapal patroli cepat BC Wiro dan BC Tiger dari Kanwil Khusus DJBC Kepri Tanjungbalai Karimun berhasil melakukan penegahan terhadap KM Sinar Matahari di Perairan Pulau Nipah, Minggu (2/6/2019) pukul 19.00 WIB lalu. Penindakan ini dilakukan setelah kapal tersebut dilihat menerima muatan dari empat high speed craft (HSC) sejenis speedboat.

’’Dua kapal patroli kita pada saat melakukan kegiatan rutin menemukan KM Sinar Matahari menerima limpahan barang ship to ship (STS) atau dari satu kapal ke kapal lain. Jumlah kapal yang membawa muatan rokok yang ditransfer ke KM Sinar Matahari ada empat unit,’’ ujar Kanwil Khusus DJBC, Agus Yulianto, Senin (17/6/2019).

Saat itu, kapal patroli mencoba menahan empat kapal tersebut. Bahkan petugas sempat mengeluarkan tembakan peringatan. Namun, keempat speedboat berhasil melarikan diri ke perairan internasional. Sementara KM Sinar Matahari yang berhasil ditegah dibawa ke Kanwil Khusus DJBC. Ketika dilakukan pemeriksaan ternyata ada muatan berupa barang kena cukai (BKC). Yakni, rokok yang tidak ada pita cukainya dengan jumlah 297 kotak atau 2.970.000 batang.


Kepala Kanwil Khusus DJBC Kepri, Agus Yulianto, menunjukkan barang bukti rokok ilegal hasil penindakan, Senin (17/6). DJBC Kepri akan mengaktifkan patroli menekan peredaran rokok ilegal.
foto: batampos.co.id / FSandi Pramosinto

’’Diperkirakan, nilai dari rokok yang berhasil kita sita tersebut mencapai Rp1.143.450.00. Dan, potensi kerugian negara jika rokok lolos mencapai Rp2,6 miliar lebih. Dari penindakan ini, kita telah mengamankan nakhoda kapal berinisial Fz beserta 8 orang kru kapal. Hasil penyidikan sementara, rokok merek tersebut bukan berasal dari Indonesia. Melainkan dari luar negeri. Dan, rokok yang kita sita ini bukan untuk beredar di Karimun. Melainkan untuk ke wilayah Sumatera,’’ ungkap Agus.

Menyinggung tentang masih adanya peredaran rokok tanpa pita cukai di kawasan FTZ, Agus menyebutkan, pihaknya akan terus melakukan penindakan. Bahkan untuk menekan angka peredaran rokok tanpa pita cukai, mulai kemarin, DJBC akan melakukan operasi rutin selama sebulan.
Ia berharap peran dan dukungan dari semua pihak terkait operasi ini. Ia juga berharap agar masyarakat melapor jika melihat ada upaya penyelundupan
’’Operasi kita namakan Gempur Rokok Ilegal dan akan berlangsung selama satu bulan. Diharapkan bisa menekan peredaran rokok dan potensi kerugian negara,’’ jelasnya. (san)

Loading...