batampos.co.id – Tak lama lagi penerbangan komersil Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Kabupaten Karimun tujuan ke Bandara Hang Nadim Batam akan terwujud. Perizinan menjadi satu-satunya kendala untuk mewujudkan rute penerbangan ini.

Hal ini disampaikan Bupati Karimun Aunur Rafiq saat menerima kunjungan Kepala Bandara RHA, Fahnani Zuhri, di rumah dinas.

’’Memang, rencana penerbangan komersil perdana sedikit terlambat dari jadwal semula. Meski demikian, dari keterangan Kepala Bandara RHA masih ada satu izin saja yang belum selesai,” Aunur Rafiq, Jumat (14/6).

”Artinya, dari pihak maskapai sudah tidak ada masalah. Yang ditunggu saat ini adalah perizinan rute penerbangan dari Hang Nadim ke RHA,’’ tambahnya.

Sesuai dengan ketentuan yang berlaku, kata Bupati, untuk bisa menjalankan penerbangan harus mendapatkan rute terlebih dulu. Sehingga, setelah ada rute, maka penerbangan komersil perdana di RHA Karimun sudah bisa dijalankan.

Berdasarkan keterangan dari pihak bandara, dalam bulan ini izin rute penerbangan tersebut sudah terealisasi.

Wings Air saat mendarat di Karimun.

’’Kami berharap, nantinya jika penerbangan komersil sudah mulai berjalan di RHA Karimun, dapat membuka peluang investasi di Karimun,” harap Rafiq.

”Tidak muluk-muluk, minimal investasi dari dalam negeri yang berasal dari luar Kabupaten Karimun. Karena, sudah ada fasilitas pesawat komersil,’’ paparnya.

Kepala Bandara RHA Karimun, Fahnani Zuhri, membenarkan untuk memulai penerbangan komersil domestik dari Batam ke Karimun dan sebaliknya menggunakan maskapai Wings Air memang tinggal menunggu keluarnya izin rute.

’’Permohonannya sudah kita sampaikan ke Direktorat Perhubungan Udara di Kementerian Perhubungan. Biasanya, tidak membutuhkan waktu yang lama,’’ paparnya.

Jika memang izin rute sudah terbit, lanjutnya, maka sesuai dengan rencana penerbangan dari Karimun ke Batam menggunakan pesawat ATR Wings Air akan dilakukan setiap hari. Durasi rute penerbangannya untuk per hari hanya satu kali penerbangan.

”Mudah-mudahan, jika di Bandara RHA sudah mulai ada penerbangan komersil, maka tidak menutup kemungkinan bisa berkembang. Misalnya, Karimun ke Tanjungpinang atau Karimun ke Jakarta. Sehingga, bisa lebih hemat waktu dan efisien,” tutup Zuhri. (san)

Loading...