batampos.co.id – Terkait dengan waduk utama di Tempan, Desa Lubuk yang kondisinya mengalami kekeringan memaksa PDAM Tirta Karimun Tanjungbatu terus mencari solusi. Salah satunya yang kini tengah dilakukan oleh PDAM Tirta Karimun Tanjungbatu dengan melakukan pendalaman waduk.

Hal ini ditegaskan oleh pelaksana tugas (plt) Kepala Cabang PDAM Tirta Karimun Tanjungbatu, Arman. Menurutnya, hingga sampai saat ini kondisi waduk masih kering, sehingga supali air ke pelanggan masih belum normal.

”Guna memberikan pelayanan, dalam beberapa waktu ini kita lakukan pendalaman waduk. Harapannya waduk dapat menampung air lebih banyak sehingga tidak akan terjadi kekeringan,” terang Arman, Jumat (14/6).


Dua orang petugas PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjungbatu bekerja mendalamkan waduk di Tempan yang mengalami kekeringan, Jumat (14/6).
Foto: batamnpos.co.id / Imam Soekarno

Lebih lanjut, Arman mengatakan pihaknya sudah menyampaikan kondisi waduk pada para pelanggan PDAM Tirta Karimun Tanjungbatu. ”Sepekan yang lalu sudah kita sampaikan pada pelanggan jika kondisi air dalam waduk utama kering,” ujarnya.

”Bahkan kondisi ini terjadi saat Ramadan hingga menjelang Lebaran kemarin sehingga suplai air ke pelanggan telah dihentikan,” keluh Arman.

Diakuinya meskipun sempat turun hujan dalam beberapa hari belakangan ini namun debit air yang masih minim membuat pelanggan belum bisa mendapat supply air bersih. ”Dalam beberapa hari ini petugas masih bekerja melakukan pendalaman waduk, mudah-mudahan upaya ini dapat menampung air lebih banyak,” jelas Arman.

”Kita terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik, salah satunya pendalaman waduk,” katanya.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Karimun cabang Tanjungbatu terhitung Minggu (9/6) telah menghentikan supply air ke pelanggan. Penyebabnya pasokan air dalam waduk utama di Tempan, Desa Lubuk terus mengering.

”Kita harapkan suplai air ke pelanggan secepatnya kembali normal setelah air dalam waduk penuh,” harap Arman. (ims)

Loading...