ilustrasi

batampos.co.id – Pengadaan minyak tanah (mitan) subsidi per satu Juli mendatang mulai ditiadakan oleh Pertamina dan akan dikonversikan ke tabung gas 3 kilogram (kg). Sedangkan, untuk mitan nonsubsidi tetap disalurkan Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) yang ada di Kabupaten Karimun.

”Karenanya saya mengimbau kepada masyarakat untuk segera beralih ke tabung gas 3 kg sebelum mitan subsidi ditiadakan,’’ kata Kepala Dinas Perindutrian, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, Selasa (11/6).

Loading...

Hingga April lalu, lanjut Yosli, kerosin atau minyak tanah (mitan) yang bersubsidi sudah dijual mencapai 2.863.800 liter atau per bulan 715.950 liter. Sedangkan, gas elpiji 3 kg yang beredar di kabupaten Karimun mencapai 135 ribu tabung.

”Isi ulang gas elpiji 3 kg hingga sekarang bisa dikatakan lancar. Penyalur-penyalur gas 3 kg kita perbanyak, agar bisa terjangkau oleh masyarakat,’’ ungkapnya.

Sedangkan, di Pulau Karimun sendiri termasuk Pulau Parit, Buru, dan Tulang sudah berdiri 302 pangkalan gas melon. Dengan demikian, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk mendapatkan gas melon.

Sedangkan di Moro, penyalur mitan sendiri ada tiga yang nantinya akan menjual isi ulang gas 3 kg sebagai pengganti mitan subsidi.

”Secara umum, Kabupaten Karimun sudah berjalan pendistribusian gas 3 kg. Yang jelas, kalau sudah dapat tabung gas 3 kg, jangan dijual lagi,’’ pesannya.

Sementara itu Rusdi, salah seorang penjual gas melon yang juga menjual mitan subsidi menyambut baik konversi itu. Meski sampai sekarang banyak masyarakat mencari mitan subsidi ukuran satu botol yang dibandrol Rp 9 ribu.

”Kami sudah mensosialisasikan agar beralih ke gas 3 kg karena harganya ekonomis dan mudah penggunaannya,’’ ucapnya. (tri)

Loading...