Bupati Karimun Aunur Rafiq menyalami jajaran ASN dan pegawai Pemkab lainnya usai apel perdana setelah libur panjang Lebaran, Senin (10/6).
foto: batampos.co.id / SANDI PRAMOSINTO

batampos.co.id – Tiga orang pegawai di Pemkab Karimun yang tidak masuk pascalibur Lebaran, Senin (10/6). Pegawai dinyatakan tidak hadir setelah ditunggu sampai pukul 16.00 WIB.

“Kita tidak melakukan sidak ke setiap OPD karena kita yakin tingkat disiplin pegawai kita sudah lebih baik. Berdasarkan laporan masing-masing OPD ke Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kepada saya, hanya tiga orang yang tidak hadir. Ketiganya tidak hadir tanpa keterangan,’’ ujar Bupati Karimun, Aunur rafiq.

Ia mengatakan, yang tidak hadir ini akan diberikan sanksi sesuai dnegan aturan yang berlaku. Misalnya, dengan surat teguran pertama sampai ketiga. Bahkan, bisa dilakukan pemotongan uang kesejahteraan. Untuk itu, dia menunggu laporan lengkap tiga orang pegawai yang tidak hadir tersebut.

Tujuannya untuk memastikan apakah ketiga pegawai ini sebelumnya sering tidak masuk tanpa keterangan atau hanya baru satu kali. Jika sudah sering tidak masuk tanpa keterangan, maka pegawai tersebut dianggap tidak disiplin. Sehingga, perlu diberikan sanksi disiplin. Baik, berupa surat teguran tertulis sampai dengan pemotongan uang kesejahteraan.

“Supaya ke depannya tidak mengulangi lagi,’’ tegasnya.

Dikatakannya, dibandingkan dengan tahun lalu, tingkat kehadiran pascalibur Hari Raya Idulfitri tahun ini lebih baik dan lebih bagus.

”Jadi dari 3000 pegawai hanya tiga yang tidak hadir. Artinya sudah lebih dari 99 persen kehadiran,” ujarnya.

Yang membuat pegawai sudah disiplin, selain tanggungjawab dari diri sendiri, juga sistim finger print yang sudah diberlakukan untuk seluruh OPD. (san)

Loading...