batampos.co.id – Salah satu jalur arus mudik internasional yang cukup padat adalah Pelabuhan di Tanjungbalai Karimun tujuan Kukup, Johor Baru, Malaysia. Operator kapal penumpang pun harus melakukan ektsra trip atau menambah jam pelayaran kapal.

’’Memang, menjelang Hari Raya Idul Fitri 1440 H/ 2019 penumpang yang antre di pelabuhan Internasional Kukup yang akan ke Tanjungbalai Karimun cukup padat. Seluruh seat untuk setiap jam keberangkatan selalu penuh. Dan, sesuai aturan tidak boleh menggunakan kursi tambahan,’’ ujar Penanggung Jawab Bay Farries Tanjungbalai Karimun, Dori, Senin (3/6).

Untuk bisa mengangkut semua penumpang di Pelabuhan Kukup, setiap harinya dibutuhkan tiga trip tambahan keberangkatan kapal ke Karimun.

Pada trip normal, operator hanya beroperasi empat trip sehari. Namun sejak H-10 sampai dengan kemarin (Minggu lalu, red) beroperasi sampai tujuh trip. Ada tambahan tiga trip per hari. Setiap trip selalu penuh.

Kondisi ini berbeda dengan jumlah penumpang yang berangkat dari Tanjungbalai Karimun ke Kukup.

”Rata-rata belasan orang saja dan itu pun kebanyakan ingin berbelanja di negeri jiran,’’ papar Dori.

Pelayanan keberangkatan kapal, lanjutnya, dari Tanjungbalai Karimun ke Kukup dan sebaliknya pada saat Hari Raya Idul Fitri akan tutup selama dua hari. Sehari menjelang hari raya biasanya pelayaranan hanya setengah hari saja. Pelayaran dibuka lagi pada hari raya ketiga.

”Kalau arus balik ke sana juga pasti ramai,” katanya.

Kemarin, arus mudik di pelabuhan sudah mulai sepi karena warga Karimun yang datang dari Malaysia sudah tiba beberapa hari lalu. (san)