Pegawai PDAM Tirta Karimun ketika melakukan perbaikan pipa induk yang pecah di lokasi Tebing. Kondisi medan yang cukup berat membuat PDAM Tirta Karimun membutuhkan waktu lama untuk perbaikan.

batampos.co.id – Sudah hampir dua pekan pelanggan PDAM Tirta Karimun mengeluhkan tidak lancarnya air ke rumahnya. Gangguan ini diakibatkan jaringan pipa induk yang pecah di dua tempat berbeda.

Satu pipa induk yang ada di Kampung Harapan baru selesai diperbaiki, kemudian menyusul pipa induk pecah lagi di Tebing yang lokasinya berada di sungai. ’’Saya mohon maaf atas tidak kenyamanan para pelanggan PDAM Tirta Karimun,” kata Direktur PDAM Tirta Karimun, Indra Santo, Selasa (28/5/2019).

”Kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki pipa dengan ukuran 8 inci dan 12 inci tersebut. Senin (27/5) lalu. Pipa induk yang pecah di Tebing baru selesai diperbaiki. Namun, kembali mengalami kerusakan dan baru selesai diperbaiki tadi,’’ tambahnya.

Proses perbaikan tersebut, memang memakan waktu cukup lama. Sebab, kondisi letak pipa induk tersebut medannya cukup parah. Terutama pipa yang di Tebing berada di aliran sungai sehingga tidak nampak terjadi kebocoran atau pecahnya. Mengingat, letak pipanya di bawah permukaan air dan harus dilakukan pengangkatan dahulu terhadap pipa yang pecah. Dalam proses pengangkatan tersebut, membutuhkan waktu cukup lama dengan penambahan peralatan yang cukup banyak.

baca juga: Pipa Pecah, Dua Hari Air Tak Mengalir

”Saat ini sedang dalam proses pengeringan dan segera dilakukan uji coba. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah dapat disalurkan air bersih kepada pelanggan. Jadi pelanggan yang terganggu didaerah, Tanjungbalai, Telukair dan Seilakam,’’ jelasnya.

Mayoritas jaringan pipa induk PDAM Tirta Karimun, terang Indra, rata-rata sudah tertanam cukup dalam. Selain itu, pipa tersebut belum ada peremajaan hingga sekarang.

Namun demikian, pihaknya berupaya untuk memaksimalkan perbaikan pipa tersebut. Sebab, pipa induk antara satu dengan yang lainnya sudah terkoneksi ke pipa induk lainnya. Sehingga, apabila salah satu pipa rusak menjadi kendala dalam pendistribusian air kepada para pelanggan.

”Kemarin, juga kita sudah perbaiki pipa induk yang rusak pertama dan sudah dialiri air. Tapi, tidak masuk ke pelanggan, ternyata ada pipa induk lagi yang pecah, sehingga dilakukan perbaikan dahulu baru didistribusikan airnya,’’ ungkapnya.

Salah seorang pelanggan, Dina, mengeluhkan sudah hampir dua pekan dirinya tidak mendapatkan air PDAM Tirta Karimun. Sehingga harus menambah biaya operasional rumah tangganya untuk membeli air lori. Yang sebelumnya, biayanya tidak terlalu memberatkan namun sekarang bertambah untuk membeli air lori.

”Ya nih, asyik mati-mati terus air PDAM. Saya harap kalau ada gangguan, diinformasikan kepada para pelanggan lah. Kan, bisa lewat media sosial maupun radio pemerintah,’’ ucapnya. (tri)

Loading...