ilustrasi

batampos.co.id – Kerisauan pegawai honor yang ada di Pemerintah Kabupaten Karimun tentang ada atau tidaknya penghasilan tambahan seperti tahun-tahun sebelumnya segera terjawab. Selasa (28/5/2019) Bupati Karimun Aunur Rafiq telah menyetujui anggaran untuk membayar penghasilan tambahan.

”Alhamdulillah, pegawai honor kontrak tidak perlu khawatir dan risau. Jika PNS mendapatkan THR, maka tenaga honor mendapatkan penghasilan tambahan seperti tahun lalu. Hanya saja, memang untuk pegawai honor tidak disebut sebagai THR,” terang Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Selasa (28/5/2019).

Ia juga menjelaskan memang tidak ada aturan tentang pemberian THR untuk pegawai honor.

”Tetapi sebatas memberikan tambahan penghasilan,’’ ujarnya.

Untuk memberikan tambahan pengahasilan, kata Bupati, anggarannya sudah ada di dalam ABPD 2019, yang besarannya mencapai Rp 3,5 miliar. Peruntukannya untuk seluruh pegawai honor kontrak yang perjanjian kerjanya atau SK dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Karimun.

”Besaran penghasilan tambahan per pegawai honor sebesar Rp 1 juta. Kepada masing-masing pimpinan OPD segera mengurus pencairan. Sehingga, penghasilan tambahan ini bisa dinikmati pegawai honorer,” seru Aunur.

Bukan hanya itu, lanjut Rafiq, di Karimun tidak ada pegawai honor kontrak yang dirumahkan atau diberhentikan disebabkan keterbatasan anggaran. Kecuali, yang diberhentikan karena tidak disiplin atau melakukan tindak pidana. (san)