Warga banyak yang berfoto dengan latar gapura lampu colok Ranggam yang berhasil menjadi juara dalam loma lampu colok tahun lalu. Untuk membuat miniatur masjid ini, pesertamenghabiskan 5.000 lampu colok.
Foto: batampos.co.id / tri haryono

batampos.co.id -Lomba lampu colok 1440 H/2019 H yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan ramai peminat. Tercatat hingga Senin (27/5) kemarin sudah ada 22 peserta yang mendaftar.

”Alhamdulillah, untuk tahun ini jumlah pesertanya lebih banyak dibandingkan tahun lalu. Kita melibatkan dua lokasi dalam lomba lampu colok. Ada 10 peserta dari Pulau Karimun dan dari Kundur ada 12 peserta,” jelas Kabid Sejarah dan Cagar Budaya Dinas Pariwisata Seni dan Budaya Karimun, Azmizar Firtarti.

Sedangkan untuk hadiahnya tetap seperti tahun lalu yaitu juara pertama Rp10 juta, juara kedua Rp 8 juta, ketiga Rp6 juta dan juara keempat Rp 4 juta. Selanjutnya untuk juara kelima Rp 3 juta dan juara keenam Rp 2 juta. Sementara yang juara ketujuh, delapan, sembilan dan sepuluh masing-masing Rp1 juta.

Juri untuk perlombaan ini ada tiga orang yakni dari Kemenag Karimun, PUPR Karimun, dan LAM Tebing untuk daerah Pulau Karimun. Sedangkan, daerah Pulau Kundur tim jurinya terdiri dari pihak per kecamatan yaitu Kecamatan Kundur, Kundur Barat, dan Kundur Utara. Aspek penilaian adalah arsitektur bangunan gerbang yang bernuansa Islam, Keindahan dan kemeriahan lampu colok dan partisipasi masyarakat dalam ikut serta memeriahkan lampu colok.

‘’Tradisi lampu colok ini, sebagai budaya Karimun yang harus dilestarikan. Kalau dilihat tahun kemarin, antusiasme masyarakat sangat menyambut baik. Promosi ke dunia luar melalui medsos,” ungkapnya. (tri)