Agus Yulianto, Kepala Kantor DJBC Khusus Kepulauan Riau (kiri)

batampos.co.id – Kepala Kanwil Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau (DJBC Kepri), Agus Yulianto, mengatakan pencabutan fasilitas bebas cukai rokok dan minuman beralkohol untuk Batam, Bintan, dan Karimun akan mengurangi penyelundupan.

“Sejak Jumat pekan lalu kami memang tidak lagi melayani penerbitan CK-1 dan CK-1A. Yakni, untuk pita cukai minuman beralkohol dan hasil tembakau (HT) untuk kawasan bebas. Dan, rokok yang diproduksi dan dikirim ke kawasan bebas harus menggunakan pita cukai. Hal ini sama seperti dengan daerah yang lain,” ujar Kepala Kanwil Khusus Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau (DJBC Kepri), Agus Yulianto

Ia mengatakan, saat bebas cukai, jajaran Bea Cukai cukup banyak melakukan penindakan terhadap penyelundupan rokok ilegal. Dari kawasan FTZ ke daerah non FTZ. Sehingga, jika rokok FTZ beredar dan dijual di kawasan non FTZ tentu saja merugikan negara.

‘’Pencabutan bebas cukai rokok juga didukung oleh perusahaan penghasil tembakau. Artinya, perusahaan penghasil tembakau menginginkan rokok yang beredar di pasaran tetap menggunakan pita cukai. Artinya, ada pembayaran pajak untuk negara. Sehingga, bisa menciptakan persaingan pasar yang lebih fair dan sehat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penindakan KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun, Martin Tryanto, secara terpisah menyebutkan tahun lalu jumlah rokok yang dikeluarkan untuk kawasan FTZ Karimun sebanyak 2,5 miliar batang.

‘’Jumlah itu tidak sedikit. Sebab, nilainya mencapai Rp 945 juta. Kenyataannya, rokok itu memang tidak hanya ada dijual di kawasan FTZ, tapi juga merembes atau dijual di daerah non FTZ,” jelasnya.

Dengan adanya ketentuan yang terbaru tentang pencabutan fasilitas rokok tanpa pita cukai, maka tidak boleh lagi ada rokok yang beredar tanpa pita cukai di kawasan FTZ. Jika ada yang menemukan rokok dengan pita cukai palsu atau mencurigakan, maka bisa menghubungi layanan KPPBC TMP B di nomor +6281277760770.

“Saya minta masyarakat tidak perlu takut untuk melaporkan jika masih ada rokok tanpa pita cukai yang beredar,” katanya. (san)

Loading...