Bupati Karimun
Aunur Rafiq (dua kanan) melepas ekspor perdana kulit kayu bakau ke Filipina, Selasa (21/5) lalu.
foto: batampos.co.id / imam soekarno

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengapresiasi langkah PT Saricotama Indonesia melakukan terobosan baru dengan mengekspor kulit kayu bakau dari Kundur ke Filipina. Langkah ini hendaknya menjadi motivasi bagi masyarakat maupun eksportir untuk mencari peluang berbagai komoditi pertanian yang sudah ada.

“Hari ini kita sama-sama lepas ekspor perdana kulit kayu bakau dan bungkil kelapa ke negara Filipina. Hal ini menunjukkan betapa banyaknya hasil pertaian dari Kundur yang dapat diekspor ke mancanegara,” terang Rafiq, Selasa (21/5/2019) lalu.

Sementara Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Tanjungbalai Karimun, drh Priyadi, menjelaskan di wilayah kerjanya pada tahun 2018, jumlah ekspor daging kelapa tercatat sebanyak 4.975 ton setara dengan Rp39.3 miliar. Sedangkan air kelapa sebanyak 940 ton setara Rp1,3 miliar.

Sementara jumlah ekspor daging kelapa dari Tanjungbalai Karimun hingga bulan Mei 2019, meningkat sekitar 23.91 % dengan asumsi sebanyak 1.767 ton, sedangkan air kelapa mencapai 400,35 ton. Selain itu, terdapat juga ekspor alpukat ke Malaysia yang mengalami peningkatan sebesar 14.32 % atau sebanyak 4,6 ton dibandingkan tahun lalu, dengan jumlah total sebanyak 7,8 ton.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ir. Ali Jamil, mengatakan ekspor perdana sebanyak 20 ton kulit bakau ke negara Filipina sangat berpotensi, kalau bisa diolah terlebih dahulu. Dikatakan kulit bakau yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, sekarang miliki nilai ekonomis yang tinggi.

Kulit bakau tersebut menghasilkan tanin yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan penyamak. Selain menghasilkan tanin, kulit kayu pohon bakau juga dapat dijadikan bahan pembuat kertas berkualitas tinggi. Bahkan beberapa sumber menyebutkan bahwa kulit kayu bakau juga bermanfaat bagi kesehatan.

”Banyak orang menganggap kulit kayu bakau adalah sampah, tapi setelah menjadi komoditas ekspor kini jadi berkah buat semua,” tuturnya.

Ditambahkan ekspor perdana 20 ton kulit kayu bakau senilai Rp 140 juta, juga melepas ekspor 45 ton daging kelapa setara Rp 360 juta dan 15 ton air kelapa setara Rp 25,5 juta tujuan Malaysia. (ims)

Loading...