batampos.co.id – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun, Senin (20/5) lalu telah mengedarkan Surat Edaran (SE) No 2 Tahun 2019 tentang Pelaksanaan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan Tahun 2019 bagi pekerja atau buruh di perusahaan dari Kementerian Ketenagakerjaan. Surat tersebut diedarkan pada perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Karimun, untuk segera melakukan pembayaran THR untuk karyawan perusahaan atau korporasi swasta.

”THR keagamaan sudah menjadi kewajiban bagi perusahaan pada para pekerjanya. Dan proses pembayaran paling lambat tujuh hari sebelum hari raya Idul Fitri 1440 H,’’ jelas Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Karimun H Hazmi Yuliansyah, kemarin (21/5).

Loading...

Sedangkan, untuk jumlah besaran THR dalam surat edaran tersebut yang mendapatkan THR pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih. Kemudian, yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Sementara besara THR yang wajib diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih diberikan sebesar satu bulan gaji atau upah. Selanjutnya, yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetap kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan kali satu bulan gaji.

”Insya Allah, perusahaan di sini taat aturan pasti mereka membayarkan THR kepada karyawannya tepat waktu. Dan sesuai Permen Ketenagakerjaan Nomor 20 Tahun 2016 ada sanksi, bagi perusahaan yang telat membayarkan THR yaitu sanksi administratif,’’ tegasnya.

Sedangkan, Ketua Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Aneka Industri, Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PC SPAI-FSPMI) Karimun Muhammad Fajar mengungkapkan, pihaknya berharap kepada seluruh perusahaan agar bisa membayarkan THR tepat waktu. Sehingga, mereka bisa menyambut hari kemenangan dengan gembira bersama keluarga.

”Saya hanya berharap salah satu perusahaan granit, agar bisa membayarkan THR bagi karyawannya. Walaupun, saat ini perusahaan tersebut tersandung masalah manajemen, mulai dari tunggakan BPJS Ketenagakerjaan dan sebagainya,’’ ucapnya. (tri)

Loading...