batampos.co.id – Isu ditemukannya cacar monyet di Singapura tidak berpengaruh terhadap arus penumpang keluar masuk Karimun. Meski demikian, pihak Kabupaten Karimun tetap waspada di pintu kedatangan penumpang.

’’Keberangkatan penumpang dari Tanjungbalai Karimun ke Singapura stabil. Artinya, tidak ada pengaruhnya dengan kabar penyakit cacar monyet yang ditemukan di sana. Selain itu, jumlah penumpang yang berangkat ke Singapura dalam beberapa bulan terakhir memang mengalami penurunan,’’ ujar Apui, agen penjualan tiket kapal penumpang ke Singapura kepada Batam Pos, Senin (20/5).

Loading...

Ia menjelaskan, setiap hari kapal dari Karimun ke Singapura memang tidak stabil. Setiap pagi hanya sekitar 30 penumpang. Jumlah ini hampir sama dengan penumpang yang datang dari Singapura.

Terpisah, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi, mengatakan dugaan cacar monyet belum ditemukan di Karimun.

’’Mudah-mudahan jangan sampai ada di daerah kita penyakit tersebut. Karena, Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) sudah pasang alat deteksi panas. Dengan jarak 10 meter sudah bisa mendeteksi panas penumpang yang akan masuk,’’ jelasnya.

Meski demikian, lanjutnya, Dinkes dengan RSUD M Sani sudah menyiapkan ruangan khusus untuk menangani pasien yang memang diindikasikan terjangkit cacar monyet.

Ruangan yang disiapkan terpisah dengan bangunan utama rumah sakit. Ini karena penyakit tersebut masuk dalam kategori penyakit menular. (san)

Loading...