Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Sekda Pemprov Kepri TS Arif Fadillah bersalaman dengan anak-anak saat safari Ramadan di Pulau Kundur, Sabtu (18/5).
F. HUMAS PEMPROV KEPRI UNTUK BATAM POS

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak semua daerah berperan aktif dalam memajukan daerahnya dalam bidang keagamaan. Setiap kabupaten/kota harus menjadi ”pabrik” yang melahirkan hafiz dan hafizah, sehingga dapat mewujudkan Kepri menjadi ikon peradaban Islam dunia.

“Jadi program kita ke depan harus perbanyak lagi qori-qoriah, hafiz dan hafizah, dan ustaz dan ustazah. Agar negeri kita yang sudah terkenal ini menjadi daerah yang akan dikunjungi dunia luar untuk belajar Alquran,” kata Nurdin dalam rangkaian Safari Ramadan di Pulau Kundur, Sabtu (18/5) malam.

Dalam safari ke Kundur, Kabupaten Karimun, Nurdin didampingi Sekretaris Daerah TS Arif Fadilah. Sejumlah kepala OPD juga turut hadir dalam rangkaian perjalanan yang menggunakan kapal tersebut.

Bergerak dari Batam setelah Ashar, Nurdin dan rombongan disambut jamaah Masjid Jami Al Furqon, Tanjungberlian untuk melangsungkan majelis berbuka puasa bersama. Nurdin kemudian menggunakan jalan darat melanjutkan rangkaian salat Isya dan Tarawih di Masjid Qauman Tanjung Sari.

Pada kesempatan itu Nurdin mengatakan bahwa Karimun memiliki peranan besar dalam memajukan sektor keagamaan di Kepri. Oleh karena itu, pulau-pulau yang berada di Karimun harus mengambil bagian dalam memajukan daerah, sebagai daerah yang qurani.
Tantangan-tantangan untuk itu, kata Nurdin selalu ada. Karena itu semua harus berperan dengan tugasnya masing-masing dalam memajukan daerah.

Pemerintah, kata Nurdin, terus berjuang meningkatkan kesejahteraan Kepri.

”Untuk bidang agama, Pemprov memberi perhatian kepada para pengajar quran, imam, bilal binaan di Kepri ini. Begitu juga dengan pembangunan sarana dan prasarana ibadah. Atas izin Allah jika tercapai semuanya itu, maka kita tingkatkan lagi amal-amalan dan laksanakan perintah-Nya untuk diberi kelancaran dan kekuatan dalam menjadikan Kepri semakin berjaya,” lanjut Nurdin.

Nurdin juga bercerita tentang masa-masa sewaktu menjadi Bupati Karimun selama dua periode. Yang pada waktu itu, dia juga dibantu oleh Sekretaris Daerah (Sekda) yang sekarang menjabat Sekretaris Daerah Provinsi.

”Ini kami ibarat balek kampung, bukannya safari Ramadan ke daerah yang baru, dan juga banyak sejarah suka dan duka kalau kita mengenang sewaktu memimpin Karimun yang mana sampailah sekarang ini,” cerita Nurdin.

Menurut Nurdin, kunjungan safari ini, juga bagian dalam mempererat silaturahmi. Berdiskusi dan menampung aspirasi dalam melakukan pembangunan. Karena ini bagian dalam kehadiran pemerintah untuk masyarakat.

Silaturahmi, kata Nurdin, harus terus ditingkatkan. Agar komunikasi yang terjalin nantinya menjadi perencanaan matang dalam membangun dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pada kesempatan kunjungan-kunjungan itu, Nurdin sangat berterima kasih kepada pengurus masjid. Karena selain menunjukkan antusias bersilaturahmi, telah sudi dan bersusah payah menyediakan menu berbuka terbaik.

”Saya sangat berterima kasih kepada ibu-ibu dan pengurus masjid, sudah bertungkus lumus menyiapkan berbuka puasa rombongan, semoga kita dilimpahkan ladang pahala dalam memberi orang berbuka puasa, begitu juga dengan rombongan yang berjihad berbuka puasa dengan saudara-saudara kita yang jauh,” kata Nurdin.

Dalam kesempatan itu, Gubernur menyerahkan bantuan untuk kaum dhuafa dan anak yatim serta memberikan uang pembinaan imam, bilal dan pengurus yang difasilitasi Biro Kesra Setda Provinsi Kepulauan Riau. Sebelum kembali ke Tanjungpinang, Nurdin beserta rombongan bercengkrama dan bersenda gurau bersama tokoh-tokoh masyarakat di masjid tersebut.

Perwakilan pengurus Masjid Al Furqon dan Masjid Qauman mengatakan bersyukur diberikan kesehatan untuk terus bersilaturahmi dengan pimpinan Provinsi Kepri. Tak lupa, masing-masing pengurus masjid turut menyampaikan permohonan bantuan, guna pengembangan TPQ dan pembangunan masjid tersebut demi kemakmuran kedepannya.

”Kami Pak (Gubernur), kalau ditanya tentang pembangunan di masjid. Tak ada lain lah selain pengembang TPQ, bantuan rehap dan penambahan bangunan yang selalu diharapkan dan kami minta,” kata salah seorang pengurus masjid. (*)