batampos.co.id – Upaya banding meminta keringanan hukuman yang diajukan terdakwa mantan Kadinsos Karimun, Indra Gunawan, dalam perkara tipikor di Dinsos Karimun ke Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru Riau sia-sia. Pengadilan Tinggi Pekanbaru memutuskan menguatkan vonis yang telah ditetapkan oleh Pengadilan Tipikor Kepri.

”Putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi Pekanbaru adalah menjatuhkan vonis terdakwa Indra Gunawan dengan pidana penjara 7,6 tahun berikut denda Rp 200 juta,” ujar Kasipidsus Kejari Karimun, Andriansyah, Sabtu (18/5/2019).

Begitu juga untuk vonis berupa uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 2,7 miliar lebih, wajib dibayar oleh terdakwa. Apabila terdakwa tak mampu membayar kerugian negara, maka akan diganti dengan kurungan penjara tambahan selama 3,6 tahun.

Atas vonis yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi Pekanbaru, terdakwa Indra Gunawan menerima putusan tersebut dan tak melakukan upaya hukum kasasi. Sehingga dengan diterimanya putusan tersebut oleh terdakwa Indra Gunawan, maka putusan vonis tersebut berkekuatan hukum tetap atau inkrach.

Tak hanya terdakwa Indra Gunawan saja yang terlibat korupsi APBD Rp 3 miliar lebih. Mantan bendahara Dinsos Karimun, Ardiansyah, juga dinyatakan bersalah karena terbukti melakukan korupsi APBD Rp 3 miliar lebih. Ardiansyah divonis 6,6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider tiga bulan kurungan penjara, serta diwajibkan mengganti kerugian negara sebesar Rp 327 juta. Atas vonis yang dijatuhkan oleh hakim tipikor Kepri tersebut, terdakwa Ardiansyah menerimanya.

Sedangkan mantan mantan Kadinsos Karimun, Indra Gunawan memilih banding dan diputuskan PT Pekanbaru vonis untuk Indra Gunawan selama 7,6 tahun penjara dan mengganti kerugian negara sebesar 2,7 miliar lebih. (san)