Suasana bongkar muat di Pelabuhan Taman Bunga, Karimun, beberapa waktu lalu. Pemkab Karimun berencana merelokasi PBM Taman Bunga ke Pelabuhan Parit Rampak.
foto: batampos.co.id / Tri Haryono

batampos.co.id – Rencana Pemerintah Kabupaten Karimun merelokasi pelabuhan bongkar muat (PBM) di Taman Bunga ke Pelabuhan Parit Rampak terkendala perizinan dari pemerintah pusat yang belum keluar hingga saat ini. Padahal, relokasi tersebut sudah digaungkan sejak beberapa tahun lalu.

”Sekarang kita terkendala izin dari pusat. Semua persyaratan sudah kita lengkapi, mudah-mudahan segera terealisasi. Memang, membutuhkan waktu cukup lama untuk memindahkan pelabuhan bongkar muat,’’ kata Bupati Karimun Aunur Rafiq, belum lama ini.

Loading...

Namun demikian, pihaknya melalui Badan Usaha Kepelabuhan (BUP) Karimun terus berupaya untuk mempercepat proses relokasi pelabuhan bongkar muat yang ada di Taman Bunga tersebut.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Karimun sudah bertemu dengan Dirut PT Pelindo I Medan mengusulkan pemindahan pelabuhan bongkar muat Taman Bunga ke Pelabuhan Parit Rempak.

Selain itu, dari Direktorat Jendral Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) jauh sebelumnya juga sudah merespon positif relokasi pelabuhan bongkar muat Taman Bunga ke Parit Rempak.

Hanya saja, Pemkab Karimun melalui Badan Urusan Kepelabuhanan (BUP) harus mempersiapkan administrasi ke Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungbalai Karimun sebagai perpanjangan tangan dari Kementerian Perhubungan.

”Ya sabar dulu, semua perlu proses. Kita upayakan sesegera mungkin relokasi PBM Taman Bunga ke pelabuhan Parit Rampak yang dikelola oleh BUP Karimun,’’ jawabnya.

Sementara GM PT Pelindo I Cabang Tanjungbalai Karimun Syahri Ramadhanan ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya tidak mempermasalahkan relokasi ke Pelabuhan Parit Rampak. Namun hingga kini belum ada surat pemberitahuan dari BUP untuk relokasi.

“Kapan pun kami siap. Asalkan, persyaratan administrasi sudah lengkap. Maklum, kami (Pelindo, red) mencari profit di bidang jasa kepelabuhanan yang tetap taat aturan main,’’ ungkapnya.

Terpisah, tokoh masyarakat Kundur R Zuriantias ketika dimintai tanggapannya terkait relokasi aktivitas bongkar muat dari Pelabuhan Taman Bunga ke Parit Rempak mengatakan jika wacana itu sudah ada sejak 2016 silam.

”Tapi hingga kini tak kunjung terealisasi,” ucapnya.

Zuriantias juga menjelaskan jika kondisi pelabuhan tersebut sudah tidak layak dari sisi estetika kota, juga mengganggu arus lalu lintas. Apalagi pelabuhannya berhadapan langsung dengan rumah dinas bupati.

”Sekarang tinggal ada kemauan atau tidak. Walaupun, saya tidak ahli di bidang kemaritiman, tapi kalau dilihat kasat mata kondisi Pelabuhan Parit Rampak belum layak dijadikan pelabuhan bongkar muat untuk kapal-kapal berkapasitas besar seperti di Pelabuhan Taman Bunga,’’ ung­kapnya, Selasa (14/5).

Ia berharap Pelabuhan Parit Rampak dibuat betul-betul laik untuk bongkar muat. (tri)

Loading...