foto.sandi
Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya sedang berdialog dengan tersangka TPPO berinisial Ks.

batampos.co.id – Polsek Kundur bekerja sama Sat Reskrim Polres Karimun berhasil mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) pada Sabtu (4/5/2019). Tersangka berinisial Ks diamankan di Tanjungbatu Kundur.

Terungkapnya kasus TPPO berawal dari laporan orang tua dari salah seorang korban ke Polda Jawa Barat. Diinformasikan ada empat orang korban yang dijanjikan bekerja di restoran di wilayah Jakarta dengan iming gaji sebesar Rp2,8 juta per bulan.

Namun oleh tersangka perekrut, dua korban malah dipekerjakan di tempat hiburan malam di Malaysia. Sedangkan dua korban lagi, dipekerjakan di cafe di wilayah Kundur, Kabupaten Karimun.

“Tersangka perekrut dan pengantar berinisial Ks, berhasil kita amankan. Diketahui, jumlah korban ada empat orang. Dua sudah diantar ke Malaysia, dan dua orang lagi dipekerjakan di cafe di Kundur,” ujar Kapolres Karimun,AKBP Hengky Pramudya.

Dua korban yang berhasil ditemukan di Kundur, berinisial Wn, 21, dan An, 20. Keduanya bekerja di salah satu kafe di Batu 7, Kecamatan Kundur.

“Tersangka Ks yang mempekerjakan para korban, ditangkap di Batu 7 Kecamatan Kundur. Hasil koordinasi dengan Polda Jabar, Ks merupakan salah satu tersangka yang sudah masuk dalam target operasi,” beber Kapolres.

Hasil pengungkapan Polres Karimun sudah diberitahukan ke Polda Jabar. Dalam waktu dekat penyidik dari Polda Jabar turun ke Karimun.

“Tersangka Ks memang sudah lama menjadi target operasi. Karena, diduga terlibat dengan jaringan perdagangan orang. Modusnya, mencari korban dengan iming-iming bekerja di restoran, dan berpenghasilan tinggi,” katanya.

Selain pengungkapan kasus TPPO, Polres Karimun juga melakukan pemusnahan narkotika jenis ganja kering di halaman Mapolres, Sabtu (4/5/2019). Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar yang disaksikan aparat dari instansi TNI AL, TNI AD, BNN Karimun, dan Rutan Tanjungbalai Karimun. (san)

Loading...