ilustrasi

batampos.co.id – Kabupaten Karimun sudah bebas dari buta aksara. Hal ini diketahui Dinas Pendidikan Nasional yang mencatat tidak ada lagi anak usia sekolah yang buta aksara.

“Alhamdulillah, sampai kini tidak ada yang buta aksara untuk anak-anak usia sekolah di Kabupaten Karimun. Ini karena program pendidikan gratis yang diterapkan sejak belasan tahun,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Nasional, Bakri Hasyim, Kamis (2/5/2019).

Sebaliknya, aku Bakri, masih terdapat buta aksara di kalangan usia tua. Hanya saja, jumlahnya tidak banyak.

“Solusinya, kita buka kesempatan belajar melalui paket A yang sederajat dengan sekolah dasar. Dengan mengikuti pendidikan paket A, maka secara otomatis selain bisa membaca juga bisa mendapatkan ijazah,” jelasnya.

Untuk memberikan peluang yang belum bisa membaca, lanjutnya, di beberapa pulau di Kabupaten Karimun diadakan program paket. Sebagai contoh, di Rutan Kelas II Tanjungbalai Karimun sudah sejak beberapa tahun lalu dibuka kelas paket A.

Juga ada di Kecamatan Kundur Barat beberapa kelompok belajar khusus paket A. Jika pesertanya orang-orang tua kemungkinan targetnya hanya untuk bisa membaca.

“Terpenting adalah bagaimana kita mengajak masyarakat untuk pintar dalam mengahdapi era globalisasi. Jika mengetahui ada yang belum bisa membaca, maka ajak untuk masuk ke sekolah paket,” ungkapnya. (san)