JPU Dedi Januarto membacakan dakwaan terhadap terdakwa kasus tindak pidana korupsi PDAM cabang Tanjungbatu. F. Dokumen Kacabjari Tanjungbatu untuk Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Cabang PDAM Tanjungbatu, Zulkarnain dituntut 6 tahun 6 bulan penjara serta denda Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan. Selain itu, terdakwa juga harus membayar uang pengganti sebesar Rp10 juta subsidair tiga tahun tiga bulan penjara.

staf Produksi PDAM Cabang Tanjungbatu Novie Irwien, juga dituntut pidana 6 tahun 6 bulan penjara, denda Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan. Hanya terdakwa Novie harus membayar uang pengganti sebesar Rp338.615.804 juta subsudair tiga tahun tiga bulan.

Tuntutan ini dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) cabang Kejaksaan Negeri Karimun, Dedi Januarto Simatupang SH pada persidangan tindak pidana korupsi Tanjung Pinang, Kamis (25/4/2019). Sidang pembacaan tuntutan dipimpin Hakim Ketua Santonius Tambunan SH, MH.

Keduanya didakwa pada perkara korupsi penyalahgunaan anggaran bahan bakar solar di PDAM Tirta Karimun Cabang Tanjungbatu.

“Ya kita baru saja menggelar sidang pembacaan tuntutan terhadap kedua terdakwa. Kedua terdakwa dituntut enam tahun enam bulan penjara denda Rp200 juta subsidair tiga bulan kurungan. Dan diharuskan membayar uang pengganti Rp10 juta,” sebut Dedi.

Disampaikan Dedi, kerugian negara dalam kasus tindak pidana korupsi sesuai hasil audit investigasi Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau sebesar Rp348 juta.

“Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan pembelaan. Pekan depan selanjutnya digelar sidang tanggapan, jaksa baru memasuki sidang putusan,” tuturnya. (ims)