Pekerja perusahaan galangan kapal yang mengalami luka bakar.F.Dokumen karyawan PT.MOS untuk Batam Pos

batampos.co.id – Tim Inafis Sat Resktrim Polres Karimun masih melakukan penyelidikan terkait ledakan di area dock kapal PT Multi Ocean Shipyard (MOS), Rabu (24/4/2019). Untuk sementara, penyebab ledakan diduga akibat tangki minyak kapal terbuka.

“Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) memang dugaan ledakan terjadi dari tangki minyak. Artinya, ketika pekerja melakukan pengelasan didapati tangki minyak dalam keadaan kosong, dan terbuka,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Hengly Pramudya, Kamis (25/4/2019).

Ditengarai percikan api las mengenai tangki minyak yang kosong, dan terbuka. Sehingga, dari percikan api las dimungkinkan menyambar tangki, dan menimbulkan ledakan yang menyebabkan dua orang pekerja mengalami luka bakar.

Mengenai proses hukum, Kapolres menyebutkan, penyidik Sat Reskrim sedang mendalamani kasus tersebut.

“Yang jelas, proses penyelidikan masih kita lanjutkan. Kemudian, anggota juga sedang mengumpulkan keterangan terkait kejadian kecelakaan kerja ini,” jelasnya.

Sementara Direktur RS Bhakti Timah, dr Firman menyebutkan, kondisi pasien luka bakar yang dirawat ditempatnya, kondisinya stabil. Korban mengalami luka bakar sekitar 25 persen dengan tingkat kedalaman luka bakar dua sampai tiga.

“Tim medis sudah melakukan tindakan operasi terhadap pasien luka. Operasi yang dilakukan namanya debridement. Dan kondisi pasien pasca operasi stabil,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Kabid Pelayanan RSUD M Sani, dr Dedi.

“Luka bakar pasien yang dirawat mencapai 70 persen. Meski begitu, penanganan langsung kita lakukan. Setelah dilakukan pembersihan serta pengangkatan jaringan kulit yang mati, pasien masih harus mendapatkan perawatan intensif,” katanya. (san)