Bupati Karimun Aunur Rafiq saat meninjau pelabuhan Sri Karimun yang bakal disinggahi kapal dari Desa Parit, Tulang, Gunung Papan tujuan Tanjungbalai.F.Dok Dishub Karimun / BatamPos

batampos.co.id – Mulai Senin, 15 April lalu, kapal penumpang dari Desa Parit, Desa Tulang, dan Gunung Papan tujuan Karimun atau sebaliknya, wajib menyinggahi pelabuhan Pasar Sri Karimun. Kepastian itu sesuai edaran Dinas Perhubungan nomor 550/DISHUB-TU/163/IV/2019.

Selama ini, aktivitas kapal penumpang tersebut hanya singgah di pelantar kayu samping Hotel Gabion. Kondisi pelantar yang rusak, dan tidak nyaman lagi, sempat jatuh ke laut.

Atas dasar itu, Dinas Perhubungan Karimun mengeluarkan surat yang intinya agar kapal penumpang yang berangkat dari Tanjungbalai ke Pulau Tulang, Pulau Parit, dan Gunung Papan, atau sebaliknya wajib singgah di Pelabuhan Sri Karimun.

“Meski begitu, kita tidak menutup pelantar kayu di samping Hotel Gabion tersebut. Jelas, ada atau tidak penumpang yang akan turun, dan naik di Pelabuhan Sri Karimun, kapal wajib singgah. Dan kami sudah menempatkan petugas untuk melakukan pantauan,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Karimun, Fajar Horison, Sabtu (21/4/2019).

Yang perlu diperhatikan, adalah keselamatan penumpang. Pemilik kapal atau tidak perlu khawatir menggunakan pelabuhan Sri Karimun. Sebab, tidak dipungut bayaran. Bahkan, jika nanti terjadi rehab Pasar Sri Kairmun, pelabuhan masih tetap bisa digunakan melalui jalan samping. (san)