foto.tri
Waduk induk Sei Bati yang dikelola PDAM Tirta Karimun.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengungkapkan, PDAM Tirta Karimun sudah bisa memproduksi air bersih 70 liter per detik untuk pelanggan di Pulau Karimun Besar. Dan dapat ditingkatkan 120 liter per detik apabila sudah diserahterimakan SPAM IKK Karimun dan IPA Sei Bati kepada PDAM Tirta Karimun.

“Kalau infrastruktur PDAM Tirta Karimun sudah siap dioperasikan. Kita tinggal tunggu serahterima, yang direncanakan dilakukan akhir bulan ini,” ungkap Rafiq.

Tahun 2019, PDAM Tirta Karimun mendapatkan mendapatkan bantuan dari pusat sebesar Rp1,7 miliar lebih. Bantuan tersebut dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur lanjutan berupa batu miring di Waduk Sei Bati.

“Kita tetap bersyukur, pemerintah pusat terus berkomitmen membantu daerah dalam pembangunan infrastruktur air bersih. Dan pemerintah daerah dengan anggaran terbatas juga membantu jaringan pipa induk ke beberapa titik wilayah di Karimun,” beber Rafiq.

Menjaga kebersihan air waduk Sei Bati, pemerintah segera melakukan pemagara. Tentunya apabila sudah selesai permasalahan lahan yang saat ini masih dikuasai warga.

“Kalau itu sabar dululah. Bertahap kita, yang penting volume debit air di Waduk Sei Batik cukup dan terkoneksi ke waduk Sentani. Artinya, kebutuhan air bersih sudah bisa teratasi beberapa tahun ini dengan masih banyak kekurangan yang terus diperbaharui oleh PDAM Tirta Karimun,” tegasnya.

Sementara Direktur PDAM Tirta Karimun Indra Santo menegaskan, kendala yang dihadapi adalah pipa kepelanggan yang sudah usang. Di mana, sudah lebih dari 10 tahun tidak dilakukan peremajaan, dan tertanam cukup dalam jalurnya. (tri)