foto.imam
Pedagang sayur di Tanjungbatu berjualan di lokasi penampungan sementara.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun telah menggelontorkan dana sebesar Rp15 miliar untuk Pembangunan pasar terpadu Tanjungbatu. Proyek pembangunan pasar terpadu secara multiyears itu, dikerjakan PT.Inco Sakti dengan konsultan pengawas PT. Batam Structural Engineers.

Sejumlah pedagang berharap pembangunan pasar terpadu tepat waktu. Mengingat, selama dua tahun mereka harus berada di penampungan sementara yang lokasinya sempit.

Selain sempat, pedagang pun masih harus berbagi lapak dengan pedagang sayur, dan pedagang sembako. Makanya, para pedagang sangat berharap pengerjaan pasar rakyat terpadu tepat waktu.

“Kami sangat berterimakasih kepada Bupati Karimun atas pembangunan pasar terpadu di Tanjungbatu. Mudah-mudahan pengerjaan segera rampung sehingga pedagang bisa beraktifitas di gedung baru,” ungkap Nang, seorang pedagang, Kamis (18/4/2019).

Terpisah, Pelaksana Tugas (plt) Kepala Unit Pasar Tanjungbatu Perusda Karimun H. Maksum mengatakan, sesuai data terdapat 28 pedagang sayur kaki lima menempati lapak di pinggir jalan. Sementara pedagang sayur yang menempati lapak sebanyak 41 orang, pedagang ikan sebanyak 36 orang.

Pedagang tersebut ditempatkan di penampungan sementara di pinggir jalan menuju pelabuhan Tanjungbatu. Untuk mengantisipasi kemacetan, jalan ditutup mulai pukul 05.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB. Sedangkan pukul 10.00 WIB, jalan kembali dibuka untuk akses menuju pelabuhan bongkar muat.

“Untuk mengurangi kemacetan, kita juga menegur pedagang yang memajang daganganya sampai ke bahu jalan. Bagaimanapun alasannya, kita harus patuhi karena akses jalan itu digunakan untuk aktifitas kendaraan menuju pelabuhan domistik maupun bongkar muat,” papar Maksum.

Pantauan Batam Pos sebanyak 56 pedagang kelontong, makanan dan pakaian dipindahkan di Indra Sakti, sedangkan 76 pedagang ikan, sayur menempati lapak di depan bioskop Mutiara lama. Sementara 30 pedagang makanan, minuman pasar Akaw berjualan di sepanjang jalan R.A Kartini Tanjungbatu Kota. (ims)