foto. Dok KPPBC
Petugas patroli menunjukkan rokok tanpa dilengkapi pita cukai.

batampos.co.id – Patroli BC 15034 dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP) B Tanjungbalai Karimun, berhasil menggagalkan pengiriman sebanyak 74.529 batang rokok FTZ dari dua speedboat berbeda, Sabtu (13/4/2019).

Dari SB pertama asal Batam tujuan Tanjungbatu, disita sebanyak empat koper berisi rokok tanpa dilengkapi pita cukai di perairan Pulau Degung, Kecamatan Belat. Namun tidak ada satupun penumpang yang mengaku memiliki barang tersebut.

Loading...

Berselang setengah jam kemudian, satu lagi speedboat dari Batam tujuan Tanjungbatu dihentikan kapal patroli. Lagi-lagi petugas menemukan sebanyak satu tas plastik, dan satu koper berisi rokok FTZ. Dan kembali tidak ada satupun penumpang yang mengaku memiliki barang ilegal tersebut.

“Hasil pemeriksaan, jumlah rokok FTZ yang disita dari dua kapal penumpang sebanyak 74.520 batang. Nilai barang diperkirakan mencapai Rp38,8 juta,” ujar Humas KPPBC TMPB Tanjungbalai Karimun, Bagus Heriadi.

Sementara potensi kerugian negara akibat penyelundupan rokok FTZ mencapai Rp27,5 juta. Atas penindakan ini, barang ukti rokok FTZ ditetapkan sebagai Barang Dikuasai Negara (BDN).

“Rokok tanpa pita cukai ini, memang khusus untuk daerah FTZ saja,” terang Bagus Heriadi. (san)

Loading...