foto SANDI
Pendemo anarkis menyerang aparat kepolisian ketika mendatangi kantor KPU

batampos.co.id – Puluhan pemuda menggelar aksi di Sekretariat KPU Karimun. Ditengarai ada yang tidak beres dengan penghitungan surat suara untuk legislatif.

Lantaran tidak ada titik temu, puluhan pemuda pun tersulut emosi. Hingga akhirnya aksi damai menjadi anarkis.

Polisi yang sudah berjaga pun segera mengambil tindakan tegas terhadap pendemo. Untuk meredam aksi demonstran, polisi terpaksa menurunkan mobil water canon.

Konsentrasi massa mulai bubar. Setelah itu, beberapa orang provokator berhasil diamankan.

“Ini merupakan salah satu sistem pengamanan kota (Sispamkota) yang akan kita terapkan dalam menghadapi aksi demo yang sampai melakukan tindakan anarkhis,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Hengky Pramudya di sela simulasi di Coastal Area, Kamis (11/4/2019).

Ditegaskan Kapolres, tindakan aparat kepolisian di lapangan seperti yang diperagakan. Sebelumnya menurunkan negosiator untuk menghadapi pendemo.

Selanjutnya, pasukan pengamanan tanpa tameng mencoba untuk menghalangi para pendemo. Kemudian, pasukan polisi bertameng sampai dengan pasukan Brimob ikut dilibatkan.

“Peralatan yang kita gunakan merupakan sebenarnya. Seperti mobil water canon dan gas asap yang biasa digunakan untuk membubarkan massa. Kenapa menggunakan peralatan asli, untuk mengukur kemampuan aparat kepolisian di lapangan,” sebut Kapolres.

Dibeberkan Kapolres, dari 781 TPS, terdapat 38 TPS masuk kategori rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sehingga, diperlukan pengamanan ekstra untuk mengamankan TPS tersebut. Yakni, dengan menempatkan dua orang anggota polisi untuk setiap TPS rawan. (san)

Loading...