batampos.co.id – Pemilih dilarang membawa ponsel saat melakukan pencoblosan ke bilik suara. Larang ini untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Larangan membawa ponsel salah satu untuk mencegah agar tidak terjadi jual beli suara. Jika ada pemilih yang membawa ponsel, dapat dititipkan ke petugas Linmas di TPS,” ujar Ketua KPU Karimun, Eko Purwandoko, Minggu (7/4/2019).

Meski demikian, petugas linmas diingatkan untuk berlaku sopan saat bertanya kepada pemilih. Artinya jangan sampai melakukan pemeriksaan terhadap pemilih untuk mengetahui apakah membawa ponsel atau tidak.

“Seandainya petugas linmas melihat ada pemilih yang membawa ponsel, maka tegur atau sapa dengan sopan. Petugas linmas itu harus humanis. Sehingga, suasana pencoblosan di TPS tidak menyeramkan atau menakutkan pemilih yang datang,” jelasnya.

Menyinggung tentang surat suara yang kurang disebabkan rusak, Eko menyebutkan, yang telah dilaporkan rusak terdiri dari surat suara Pilpres, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten Karimun. Namun semua kerusakan diganti.

“Kita sudah terima pengganti surat suara yang rusak. Totalnya ada 1.814 lembar. Untuk sortir dan pelipatan akan dilakukan dalam pekan ini,” paparnya. (san)