foto. sandi
Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi aparat kepolisian saat sidak ke pangkalan minyak tanah di Kecamatan Meral, Kamis (21/3/2019).

batampos.co.id – Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengajak mengajak anggota kepolisian untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan minyak tanah di Kecamatan Meral, Kamis (21/3/2019). Hasilnya, Bupati dan kepolisian mendapati antrean panjang warga untuk mendapatkan minyak tanah.

Ramainya warga yang menyerbu pangkalan minyak tanah, sudah berlangsung dua pekan lalu. Pasalnya, Pertamina telah mengurangi kuota minyak tanah paska diberlakukannya konversi minyak tanah ke gas elpiji bersubsidi.

“Kita sidak bersama aparat kepolisian karena ada laporan warga kalau minyak tanah sulit didapat. Memang masih ditemukan antrian warga untuk mendapatkan minyak tanah,” ujar Bupati Aunur Rafiq.

Meski demikian, kepada masyarakat Bupati mengingatkan warga untuk tidak panik. Karena stok minyak tanah masih cukup. Termasuk kepada penerima gas elpiji bersubsidi, diminta tidak lagi mengantre minyak tanah.

Sedangkan kepada angen minyak tanah, Bupati memberi teguran untuk segera mendistribusikan ke pangkalan, dan pengecer. Sehingga, tidak terjadi penumpukan, atau kekosongan minyak tanah.

“Fakta yang kita temukan, yang antre minyak tanah sudah menerima bantuan paket konversi gas elpiji 3 kg, tapi takut menggunakannya. Artinya, mereka ikut ngantre juga,” tutur Rafiq. (san)