foto.sandi
Warga mengantri minyak tanah di salah satu pengecer di Tanjungbalai Karimun.

batampos.co.id – Pertamina akhirnya bakal menambah kuota minyak tanah untuk Pulau Karimun sebanyak 100 kiloliter. Menyusul banyaknya keluhan masyarakat dampak dari mulai berlakukan program konversi minyak tanah ke gas elpiji bersubsidi dua bulan lalu.

“Karena masih banyak warga di Pulau Karimun membutuhkan minyak tanah, Pertamina sudah memberitahukan akan menambah kuota sebanyak 100 kiloliter,” ungkap Amirullah, Manajemen PT Petromas Jaya Abadi selaku agen minyak tanah untuk Pulau Karimun, Rabu (20/3/2019).

Diakui Amirullah, kuota minyak tanah sudah berkurang. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan penebusan minyak tanah ke Pertamina. Dan penebusan tidak bisa dilakukan setiap saat, tetapi harus dijadwal.

Sedangkan kelangkaan yang terjadi belakangan ini, disebabkan beberapa faktor. Selain kuota berkurang, juga karena terkendala saat membongkar minyak dari kapal ke tangki.

“Saat pembongkaran minyak tanah ke dalam tangki, terkadang kita menghadapi kendala. Yakni jika air laut surut sampai 2,8 meter, maka kapal tidak bisa bongkar minyak tanah. Itu sebabnya terjadi keterlambatan distribusi ke pengecer,” papar Amirullah.

Selama Maret, Petromas Jaya Abadi sudah dua kali melakukan penebusan minyak tanah ke Pertamina. Yakni pada pekan pertama, dan kedua dengan jumlah total 130 KL minyak tanah. Kemudian pekan ini, tepatnya pada Sabtu (23/3/2019), dan Ahad (24/3/2019) sudah dijadwalkan untuk kembali melakukan penebusan minyak tanah dengan total 131 KL.

“setiap minyak tanah masuk ke gudang langsung dibagi-bagikan atau didistribusikan ke pangkalan dan pengecer resmi,” sebutnya.

Soal isu penimbunan minyak tanah, Amirullah menegaskan, tidak pernah ada. Karena setiap minyak masuk, langsung didistribusikan ke pangkalan, dan pengecer resmi.

“Bisa dicek di gudang. Siapa yang datang ke gudang untuk membeli kita layani,” tegasnya.

Pun mengenai teguran, kata Amirullah, pihaknya selalu melakukan penebusan atau pembelian minyak tanah berdasarkan kuota. Dan untuk melakukan penebusan sudah ada jadwalnya.

“Untuk tingginya harga minyak tanah di pasaran, kita tidak tahu. Sebab, kami tetap berpatokan pada harga lama, yakni Rp3.250 per liter,” bebernya.

Terpisah Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta warga tidak panik terkait berkurangnya kuota minyak tanah. Karena stok minyak tanah masih ada, kendatipun tidak penuh.

“Masyarakat tidak perlu panik, karena jatah minyak tanah masih sebanyak 50 persen. Bahkan diyakini masih mencukupi hingga Ramadan mendatang,” sebut Rafiq.

Sebaliknya, Bupati meminta kepada pengecer untuk tidak memanfaatkan kesempatan dengan menjual minyak tanah lebih mahal. Kalau ternyata ditemukan ada kios pengecer yang menjual harga tinggi, bisa dikenakan sanksi, dan tindak pidana.

“Saya sudah meminta camat, lurah dan kepala desa bisa mengawasi setiap kios pengecer agar tidak menaikan harga dan menjual sesuai dengan harga HET,” papar Rafiq. (san/ims)