f.imam.
Warga berupaya memadamkan api yang membakar lahan mereka dengan alat sederhana.

batampos.co.id – Puluhan hektare lahan karet, dan kelapa di  atas lahan gambut di Pulau Kundur, dalam sepekan belakangan hangus terbakar. Selain tanaman mudah terbakar, warga pun kesulitan memadamkan api disebabkan minimnya sarana dan prasarana.

Sejauh ini belum ada bantuan dari manapun, selain satu unit mobil pemadam kebakaran milik Kecamatan Kundur. Dibantu warga dengan menggunakan alat seadanya.

Azimar, warga Tanjungsari Poyo mengatakan, kebakaran kebun sudah terjadi selama sepekan terakhir. Asal api diketahui berasal dari Parit Muda. Warga sudah berusaha memadamkan api dengan alat seadanya seperti ember, gayung, dan kotak bekas cat untuk mengangkut air.

Sarana seadanya itu dimanfaatkan dikarenakan tidak adanya mesin robin (pompa air) untuk memadamkan api yang terus membakar perkebunan milik warga. Yang dikhawatirkan, titik api di perkebunan sudah mendekati rumah warga sehingga masyarakat merasa cemas.

“Yang dibutuhkan sekarang mesin pompa dan selang untuk menyedot air dari parit guna memadamkan api. Memang sebelumnya ada bantuan dari mobil Damkar Kecamatan Kundur karena luasnya lahan yang terbakar sehingga tidak mampu mengatasinya,” ujar Azimar, Senin (18/3/2019).

Meluasnya kebakaran lahan dibenarkan Ngadiran, Ketua RW 04 Tanjungsari Poyo. Dirinya bersama warga dan pemilik lahan sudah berusaha untuk memadamkan api di siang hari hingga tengah malam. Karena kuatnya angin, dan cuaca panas ditambah lahan gambut sehingga api sulit dipadamkan.

Untuk sementara, warga harus berjaga-jaga agar kebakaran lahan tidak meluas hingga ke pemukiman.

“Yang mendesak dibutuhkan adalah bantuan mesin pompa air dan selang untuk menjangkau memadamkan api,” kata Ngadiran.

Terpisah Kapolsek Kundur Kompol Endi Endarto mengaku pihaknya jauh hari sudah memberikan sosialisasi dan imbauan terkait larangan membuka lahan baru dengan cara membakar. Hal itu dapat membahayakan dan merambat ke sejumlah perkebunan dan lahan gambut yang ada.

“Kita harapkan warga terus berjaga-jaga agar api tidak menjalan ke pemukiman setempat,” sebutnya. (ims)