f.sandi
Wakapolres Karimun Agung Gima Sunarya (tengah), menunjukkan barang bukti ekstasi dan tersangka narkoba.

batampos.co.id – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres berhasil mengungkap sejumlah kasus terkait narkotika medio Febrauri hingga pertengahan Maret 2019. Selain mengamankan sejumlah sabu, maupun pil ekstasi, satu di antara tersangka masih berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun.

Sejak Februari sampai Minggu (17/3/2019), Satres Narkoba berhasil menangkap 19 orang tersangka yang terlibat narkotika jenis sabu dan pil ekstasi. Lima diantaranya perempuan, dan satu oknum ASN berinisial DS,” ujar Wakapolres Karimun, Kompol Agung Gima Sunarya.

Penangkapan oknum ASN, kata Wakapolres, dilakukan pada Senin (11/3/2019) di Jalan Poros. Saat itu, tersangka baru pulang kerja. Ketika dilakukan pemeriksaan, ditemukan 5 paket sabu siap edar.

Hasil pemeriksaan semenara, tersangka DS mengaku jika barang haram tersebut dibelinya dari salah seorang warga berinisial R sebanyak satu paket. Kemudian, dipecah-pecah menjadi 5 paket dengan berat 0,64 gram.

“Pengakuan DS, sabu yang dibeli dari R berasal dari seorang narapidana. Hanya saja, keterangan tersangka DS belum dapat dibuktikan. Sebab, bisa saja alasan dari tersangka. Yang jelas, terkait kasus ini masih dalam pengembangan. Sedangkan pria berinisial R sudah masuk dalam DPO,” bebernya.

Selain oknum ASN, polisi juga berhasil menangkap dua tersangka yang mengantongi 499 pil ekstasi. Untuk kasus ratusan pil ekstasi ini, yang terlibat adalah Rico alias Rifen, dan Kunci Robani selaku pemesan yang berasal dari Pulau Burung, Provinsi Riau.

Ceritanya, tersangka Kunci memesan pil ekstasi dengan Rico seharga Rp65 juta. Namun uang baru ditransfer oleh Kunci sebanyak Rp45 juta.

“Penangkapan Rico dilakukan Selasa (5/3/2019) dini hari dikediamannya. Sedangkan Kunci berhasil dibekuk saat batu tiba di Tanjungbalai Karimun pukul 10.00 WIB,” katanya.

Dari keterangan Rico, pembelian 499 butir pil ekstasi dari salah seorang warga di Tanjungpinang. Rico mengaku tidak mengetahui siapa yang mengantarkan ke rumahnya. Karena dikirim dengan cara dilemparkan ke perkarangan rumah.

“Untuk bandar warga Tanjungpinang, masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” jelas Gima.

Dikatakan Gima, penangkapan dengan barang bukti sabu yang cukup banyak juga berhasil diungkap. Dengan tersangka Adam Zaidin, dan Ucu Hafifah. Barang bukti yang berhasil disita sebanyakl 25,73 gram. Kemudian, tersangka lainnya yang termasuk dalam 19 tersangka adalah Dedi Sugiono, M Zamri yang merupakan WN Malaysia.

Selanjutnya, Ruslan alias Hasan, Khairi, Syah Hendri, Bambang Heriyanto, Rano Adinata, Yudistiara Febri Yani, Yustika Rini Jumardin, Andi Rahmadani, dan Ratni Suryani. (san)