f.humas
Bupati Aunur Rafiq

batampos.co.id – Bupati Karimun, Aunur Rafiq telah menyurati Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terkait kelangkaan minyak tanah di Kabupaten Karimun. Pengurangan kuota minyak tanah terus dilakukan paska dilaksanakan prrogram konversi minyak tanah ke gas elpiji. Padahal kebutuhan masyarakat masih tinggi.

”Karena masih banyaknya masyarakat di Karimun yang menggunakan minyak tanah untuk keperluian rumah tangga, usaha kecil dan mikro, maka mengirim surat ke Menteri ESDM RI. Tujuannya, agar pemangkasan kuota tidak dilakukan setiap pekan,” ujar Bupati Karimun, Aunur Rafiq, Jumat (15/3/2019).

Loading...

Secara garis besar, kata Bupati, Pemerintah Kabupaten Karimun berharap Menteri ESDM dapat menyampaikan ke Pertamina bahwa belum semua masyarakat mendapatkan paket bantuan gas elpiji 3 kg bersubsidi. Selain itu, pemangkasan secara menyeluruh agar dapat dilakukan pada Juni mendatang.

“Harapan kita, paket bantuan gas elpiji bersubsidi sudah diterima seluruh masyarakat menjelang habisnya kuota minyak tanah,” papar Rafiq.

Menyinggung tentang mahalnya minyak tanah yang dijual eceran, Bupati menyebutkan, itu hanya ulah oknum saja yang memanfaatkan situasi.
”Saya sudah perintahkan staf yang membidangi masalah minyak tanah untuk turun ke lapangan melakukan pengecekan. Dan, memang ada oknum pengecer yang menjual harga melebihi HET,” paparnya.

Kepada masyarakat yang masih menggunakan minyak tanah, Bupati mengimbau agar membeli di pangkalan. Karena, harga jual minyak tanah di pangkalan tidak mungkin melebihi HET.

“Pemerintah Kabupaten Karimun sudah meminta pangkalan untuk melayani masyarakat jika ada yang ingin membeli minyak tanah, meski hanya satu liter,” imbuh Bupati. (san)

Loading...