batampos.co.id – Edi Eka Saputra, nelayan asal Kampung Batu Ampar, Kecamatan Moro, diketahui terapung-apung lebih dari 13 jam di Perairan Rukau, Kecamatan Moro. Sebab pompong jaring miliknya bocor, dan akhirnya tenggelam pada Kamis (14/3/2019) sekira pukul 15.15 WIB.

Fiber untuk menyimpan ikan dijadikan Edi sebagai alat pelampung. Dan akhirnya Edi bisa dievakuasi setelah sebelumnya sempat menghubungi isterinya mengenai dirinya yang terapung di perairan Rukau.

Loading...

”Kami mendapat laporan dari pihak keluarga. Karena, korban sempat menghubungi keluarga bahwa kapalnya tenggelam. Setelah itu, bersama nelayan lainnya kami melakukan pencarian dan pertolongan,” ujar Kapolsek Moro, AKP Heri Adhar, Jumat (15/3/2019).

Setelah dilakukan pencarian, kata Kapolsek, Sekira pukul 05.00 WIB, Edi Eka Saputra berhasil dievakuasi oleh kapal pompong milik nelayan yang melalui perairan tersebut. Tidak ada korban jiwa, melainkan korban mengalami kerugian materil saja.

Sementara Edi Eka Saputra yang dihubungi mengaku kapalnya tenggelam sekira pukul 15.15 WIB. Namun dirinya tidak tahu apa yang menyebabkan kapalnya tenggelam.

”Saya tidak tahu bagian mana kapal yang bocor. Yang jelas, saya sempat menghubungi ponsel istri untuk memberitahukan kondisi saya di laut. Setelahnya kapal berlahan-lahan tenggelam seluruhnya ke laut,” paparnya.

Saat kapal tenggelam, ada fiber yang biasa digunakan untuk menyimpan ikan mengapung. Fiber itu digunakannya sebagai alat untuk mengapung, dan pelan-pelan berenang mencari pulau terdekat. Akhirnya dia sampai di Pulau Rukau Kecil.

”Tidak lama sampai di pantai Pulau Rukau Kecil, pagi harinya ada kapal pompong nelayan yang lewat, dan mengantarkan saya ke Moro. Akibat kejadian ini, saya nengalami kerugian sekitar Rp100 juta,” ungkapnya. (san)

Loading...