foto SANDI
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyambut kedatangan GM PLN Riau Kepri, Irwansyah di kediaman dinas, Selasa (12/3/2019).

batampos.co.id – GM PLN Riau-Kepri, Irwansyah memberi jaminan pasokan listrik di Karimun selama pemilihan umum legislatif maupun pemilihan presiden, aman. Jaminan ini disampaikan Irwansyah di hadapan Bupati Aunur Rafiq saat melakukan kunjungan kerja, Selasa (12/3/2019).

Saat ini, total daya yang dimiliki PLN di Pulau Karimun mencapai 36 megawatt (MW). Namun hanya 29 MW yang digunakan. Sedangkan, 7 MW menjadi daya cadangan.

Loading...

“Makanya kedatangan GM PLN untuk menyampaikan komitmen bahwa PLN menjamin pasokan listrik saat Pileg dan Pilpres aman,” kata Aunur Rafiq.

Dan sisa cadangan daya sebesar 7 MW, kata Bupati, untuk antisipasi gangguan listrik pada penghitungan suara yang diperkirakan berlangsung sampai tengah malam. Bahkan PLN menyatakan siap mengirimkan mesin generator ke daerah yang terkena dampak gangguan listrik untuk beberapa wilayah di Kepri. Termasuk di Kabupaten Karimun.

“Mesin generator sudah di atas kapal. Lokasinya di Bintan. Jika seandainya ada gangguan listrik di wilayah kita, maka mesin tersebut langsung dikirimkan ke Karimun,” jelas Rafiq seraya berharap pelaksanaan pemilu berjalan lancar.

Kedatangan GM PLN Riau Kepri juga membahas terkait suplai listrik PLN di zona satu dan zona dua. Seperti diketahui, untuk zona satu dan dua untuk suplai listrik tanggungjawab pihak swasta.

Seperti zona satu itu PT Soma dan zona dua PT Karimun Power Plant (KPP). Untuk zona satu sudah ada kesepakatan antara PLN dengan PT Soma. Intinya, PT Soma menyetujui PLN suplai listrik untuk perumahan warga.

“Untuk zona dua, kita dari pemerintah sudah meminta PLN tetap mensuplai listrik ke warga dapat diteruskan sambil menunggu kesepakatan. Mengingat di zona dua masyarakat sangat membutuhkan listrik,” ungkap Rafiq.

Tentang peningkatan listrik di beberapa pulau-pulau di Kabupaten Karimun, kata Rafiq, juga dibicarakan. Seperti diketahui mulai bulan depan Buru dan Belat akan menikmati listrik 24 jam. Kemudian untuk Durai yang biasanya hanya 14 jam listrik menyala, mulai bulan depan ditambah 4 jam sehingga menjadi 18 jam sehari.

“Listrik desa ini dikelola oleh PLN mesinnya langsung ditempatkan di desa-desa yang masuk dalam agenda PLN. Seperti, Desa Pulau Moro, Jang, Kericik, Sugi, Niur Permai, dan Desa Rawa Jaya. Listrik desa nantinya hidup 12 jam sampai dengan 14 jam. Terpenting program listrik desa adalah semua masyarakat yang tinggal di kota dan desa bisa menikmati listrik,” terang Bupati. (san)

Loading...