Agen gas bersubsidi saat melakukan pendistribusian gas 3 kilogram kepada salah satu pangkalan.

batampos.co.id – Dalam sepekan, masyarakat di Pulau Karimun kesulitan mendapatkan minyak tanah bersubsidi. Kelangkaan ini dimanfaatkan oknum untuk menaikkan harga jual kepada warga.

“Sekarang minyak tanah susah didapat. Kalau pun ada, harganya mahal,” keluh warga Meral, Danil, Minggu (10/3/2019).

Loading...

Saat ini, harga jual minyak tanah mencapai Rp15 ribu hingga Rp18 ribu per botol air mineral ukuran 1,5 liter. Itupun tidak penuh.

“Setahu kami, HET minyak tanah di tingkat pengecer Rp4 ribu per liter. Sekarang malah dijual mahal. Saya beli Rp18 ribu,” bebernya.

Sementara Ali, pemilik kios minyak tanah di Kecamatan Karimun mengaku, minyak tanah banyak dicari sejak diberlakukan konversi minyak tanah ke LPG 3.

“Sudah tiga orang yang datang ke kios saya. Saya terkejut yang datang ini dari Pongkar, mereka mengaku sudah berkeliling tapi belum dapat,” papar Ali.

Kelangkaan minyak tanah di Karimun dipicu karena adanya pengurangan sejak Februari lalu. Pengurang terjadi seiring diberlakukan program konversi minyak tanah ke LPG 3.

Sejak Maret, Pertamina sudah mengurangi mulai mengurangi kuota minyak tanah bersubsidi 10 persen setiap minggu. Sehingga pada April mendatang, minyak tanah bersubsidi sudah tidak ada lagi.

” Betul, pengurangan kuota minyak tanah di Karimun dilakukan secara bertahap. Pada Februari, sudah dikurang 50 persen. Dan pada Maret ini, setiap minggu dikurangi 10 persen hingga selesai,” kata Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, Minggu (10/3/2019).

Yosli mengaku, pihaknya sudah berusaha meminta BP Migas dan Pertamina untuk tidak melakukan pengurangan, namun sudah merupakan kebijakan yang tidak bisa dilakukan revisi. Sebab, sudah diberlakukan konversi mitan ke gas lpg 3 kilogram.

” Di Kepri, yang belum menerima konversi mitan ke gas LPG 3 kilo tinggal Anambas, Lingga dan Natuna. Karimun dalam proses konversi dan Batam, Pinang, Bintan sudah tidak mendapatkan mitan subsidi lagi,” paparnya.

Hingga sekarang, lanjut Yosli pendistribusian LPG 3 kilogram tetap berjalan, dengan harga mengikuti HET.

Sementara untuk isi ulang gas LPG 3 kilogram di Pulau Karimun besar Rp25 ribu per tabung, Pulau Kundur Rp26 ribu per tabung, Pulau Moro Rp24 ribu per tabung. Selanjutnya, pulau Durai Rp26 ribu per tabung, pulau Buru Rp26 ribu per tabung, Pulau Belat dan pulau Ungar masing-masing Rp27 ribu pertabung.

Sebelumnya, Bupati Karimun Aunur Rafiq meminta Pertamina menunda pemangkasan kuota minyak tanah bersubsidi di Karimun. Sebab program konversi minyak tanah ke gas belum optimal. Terlebih di Karimun belum tersedia Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).

“Kita akan mengirimkan surat resmi ke Pertamina untuk menunda pemangkasan atau pemotongan kuota minyak tanah bersubsidi untuk Karimun. Pertimbangannya di daerah ini, belum ada SPBE,” bebernya. (tri)

Loading...