Wakil Bupati Anwar Hasyim saat menyambut kedatangan wisman pertama di Karimun awal tahun 2019. Dispar optimis kunjungan wisman mencapai 100 ribu orang.

batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayan (Disparbud) Karimun, optimis kunjungan wisawan mancanegara (wisman) melonjak tahun 2019. Keyakinan itu didasari berbagai even yang telah disiapkan pemerintah daerah maupun swasta.

“Memang target kita tetap, yaitu 100 ribu wisman masuk ke Karimun. Mudah-mudahan tahun ini tercapai, minimal naikĀ  dibandingkan tahun lalu,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Karimun H Zamri, Jumat (7/3/2019).

Loading...

Adapun indikator yang menjadi acuan untuk menaikkan kunjungan yaitu, perhelatan MTQ ke XI tingkat Kabupaten Karimun bulan Maret. Selanjutnya, Pelangi Budaya Nusantara yang melibatkan peserta dari negara tetangga. Ada jelajah pariwisata dan berbagai kegiatan lainnya.

“Kebetulan acara MTQ di Coastal Area. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri berwisata religius bagi umat muslim luar negeri. Dan apabila PT Saipem kembali beroperasi, secara otomatis bisa bertambah kunjungan wisman nantinya,” ungkapnya.

Kata Zamri lagi, Kementerian Pariwisata telah melakukan survei ke Karimun untuk memastikan objek wisata mana yang layak dikunjungi nanti bagi wisman. Sebab, kapal pesiar Yacht akan singgah ke Karimun.

“Insha Allah, kapal pesiar akan berlabuh di Karimun. Kita masih menunggu informasi jadwal kedatangannya,” ucapnya.

Sedangkan, kunjungan wisman tahun lalu tidak tercapai hanya 92.107 orang. Apabila dibandingkan pada tahun 2017, terjadi penurunan 93.517. Dan 2016 lalu, hampir mencapai 100 ribu orang, namun hanya tercapai 99.026 orang.

“Kunjungan wisman tetap didominasi dari Malaysia dan Singapura. Yang jelas, kita tidak mencapai 300 ribu orang kunjungan wisman ke Karimun,” tegasnya.

Terpisah salah satu tokoh masyarakat Kundur Raja Jurantiaz menegaskan, program Pemerintah Karimun untuk mendongkrak dunia pariwisata setiap tahunnya belum terbukti. Karena lebih terpaku pada kegiatan yang berpusat di ibu kota kabupaten.

“Anda bisa lihat sendiri. Objek wisata yang ada di kabupaten Karimun dikelola secara pribadi. Dan sampai sekarang, komunikasi antar pemerintah daerah dengan pengelola wisata tidak berjalan. Contohnya, Resort Telunas yang ada di Moro,” kata mantan legislator ini. (tri)

Loading...