Warga Karimun bermain di tepi laut yang diselimuti kabut asap kiriman.

batampos.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karimun, menyatakan kabut asap yang menyelimuti Karimun diakibatkan kebakaran disejumlah wilayah di Provinsi Kepri. Meski kabut asap kiriman berdampak ke daerah Karimun dan sekitarnya, namun masih diambas batas normal.

“Benar, tapi masih diambang batas normal. Tapi masyarakat harus tetap waspada apabila melakukan aktivitas di luar rumah,”
kata Kepala BMKG Karimun Raden Eko Sarjono, Jumat (8/3/2019).

Loading...

Wilayah Kepri yang terdektesi terkena dampak kebakaran di Riau daratan di antaranya Kabupaten Bintan, tepatnya Bintan Timur, Bintan Utara, Gunung Kijang, dan Kota Batam, Galang. Dampak kebakaran lahan tersebut, wilayah Karimun terkena kabut asap yang dibawa oleh angin.

“Masih di bawah 80 persen. Untuk pelayaran masih cukup amanlah, namun tetap harus waspada. Dan kita (BMKG,red) tetap menginformasikan kepada publik kondisi cuaca terkini melalui webside maupun papan pengumuman yang ada di pelabuhan,” ungkapnya.

Sementara prakiraan cuaca beberapa hari ke depan menunjukkan cerah berawan dengan 27 hingga 29 derajat celcius. Kemudian, kelembaban 26 persen hingga 85 persen. Dengan kecepatan angin antara 9 kilometer per jam hingga 19 kilometer per jam dengan arah angin dari utara ke timur laut.

Terpisah, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Karimun Amirullah mengungkapkan, perubahan iklim pada bulan Maret ini sudah diantisipasi oleh para nelayan. Artinya, dengan kondisi cuaca yang cukup terik para nelayan tetap melakukan
aktivitas di laut.

“Apapun kondisi cuaca di laut kita selalu berkoordinasi kepada para nelayan tradisional yang rata-rata melakukan aktivitas menjelang malam hari,” ucapnya. (tri)

Loading...