f.ichwanul
Pasar Rakyat Teluk Uma, Kecamatan Tebing yang bakal diresmikan oleh Gubernur Kepri, Sabtu (9/3/2019) mendatang.

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun dijadwalkan akan meresmikan Pasar Teluk Uma, Kecamatan Tebing, Sabtu (9/3/2019) mendatang. Revitalisasi pasar rakyat Tebing yang dibangun dua lantai ini, menelan biaya Rp3,151,360,845 digelontorkan melalui APBD Provinsi Kepri.

“Insha Allah, Gubernur yang meresmikan Pasar Rakyat Teluk Uma ini,” kata Dirut Perusda Karimun, Defanan Syam, Rabu (6/3/2019) kemarin.

Loading...

Meski belum diresmikan, namun sebanyak 14 kios di lantai satu sudah terisi oleh pedagang. Sisanya masih tersedia 12 kios di lantai dua. Hanya yang mendaftar untuk dapat menempati kios di lantai dua tersebut, sudah melebihi ketersediaan kios.

“Untuk lantai satu, memang dikhususkan bagi pedagang lama yang kiosnya terkena revitalisasi. Sedangkan yang di lantai dua, benar-benar diperuntukan bagi pedagang baru. Karena pendaftarnya banyak, maka kita akan lakukan pengundian secara transparan. Ini dilakukan demi menghindari adanya kecurangan atau kecurigaan,” tutur Defanan.

Sebelum dilakukan pengundian, lanjut Defanan, pedaftar yang sudah ada akan dilakukan cross check kembali. Tujuannya, untuk mengetahui apakah mereka memang belum punya kios, atau sebaliknya. Jika diketahui dari pendaftar sudah memiliki kios, secara otomatis gugur.

“Intinya, yang menempati kios di lantai dua Pasar Teluk Uma adalah benar-benar pedagang baru. Dan seleksinya kita lakukan secara terbuka dan transparan,” tegas Defanan.

Revitalisasi Pasar Rakyat Teluk Uma diupayakan memenuhi ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI). Pemenuhan dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan fasilitas pasar rakyat sebagai ujung tombak perekonomian. Terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Memang, revitalisasi pasar rakyat Teluk Uma sudah mengarah ke SNI. Untuk mencapai itu, masih banyak yang perlu kita benahi. Karena banyak indikator bagi pasar rakyat sebelum dilabelkan sebagai sebagai pasar SNI,” papar Defanan.

Adapun salah satu indikator pasar SNI meliputi terkait fasilitas umum yang meliputi, pengaturan ketersediaan kantor pengelola, toilet, ruang menyusui, kamera keamanan, ruang peribadatan, pos kesehatan, pos keamanan dan area penghijauan. Kemudian meliputi elemen bangunan, keselamatan bangunan, pencahayaan, sirkulasi udara, sistem drainase, ketersediaan air bersih, pengelolaan air limbah, pengelolaan sampah, dan dukungan sarana telekomunikasi.

“Di Karimun, baru Pasar Rakyat Bukit Tembak Meral yang bisa dikatakan memenuhi standar SNI,” tutup Defanan. (enl)

Loading...