Lurah Tanjungbatu Barat Ismail menyerahkan tabung gas melon kepada warga.

batampos.co.id – Masyarakat Kundur mulai merasakan dari program konversi minyak tanah ke gas 3 kilogram. Sejak diberlakukan dua bulan lalu, stok minyak tanah langsung berkurang di kios pengecer.

Sebaliknya, masih banyak masyarakat yang masih membutuhkan minyak tanah sebagai bahan bakar. Meski mereka telah mendapatkan jatah gas melon 3 kilogram bersubsidi.

Loading...

Marni, 38, ibu rumah tangga mengaku sulit mendapatkan minyak tanah sejak diberlakukan program konversi gas ke minyak tanah. Padahal dirinya masih membutuhkan minyak tanah sebagai bahan bakar untuk memasak.

“Meskipun warga sudah mendapatkan gas melon, namun banyak juga yang mencari minyak tanah. Kita harapkan minyak tanah tidak dihilangkan sepenuhnya, karena warga masih membutuhkan,” ungkap Marni, Senin (4/3/2019).

Stok minyak tanah di sejumlah pengecer sangat terbatas dengan harga jual Rp 4.500 per liter. Meski begitu, masyarakat sulit mendapatinya.

Sementara Alia, salah satu pedagang kios BBM mengaku jatah minyak tanah dari PT Kundur Mas sudah berkurang. Biasanya, dia mendapatkan jatah minyak tanah empat drum per bulan, sekarang tinggal dua drum.

“Bulan depan, belum tentu ada lagi jatah minyak tanah. Meski banyak yang mencari minyak tanah, tapi kami sudah mengganti dengan gas LPG 3 Kg,” ujar Alia. (ims)

Loading...