Suasana sebelum pemindahan penahanan tersangka ke PN Tipikor Tanjungpinang, Rabu (27/2/2019) di Kantor Cabang Kejari Kundur.

batampos.co.id – Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Tanjungbalai Karimun di Tanjungbatu, Novriansyah, menegaskan
pihaknya telah menyerahkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) perkara tindak pidana korupsi PDAM Tirta Karimun cabang
Tanjungbatu ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Selain itu, juga dilakukan pemindahan tempat penahanan dua tersangka, Zl
dan Nv, ke rumah tahanan (rutan) Tanjungpinang, Rabu (27/2/2019) kemarin.

“Iya Jaksa Cabjari Tanjungbatu telah melimpahkan BAP perkara tindak pidana korupsi PDAM Tirta Karimun ke Pengadilan
Tipikor Pengadilan Negeri Tanjungpinang. Hal ini setelah sebelumnya berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) pada 21
Februari lalu,” terang Novriansyah.

Loading...

Sebelumnya, penyidik juga telah melakukan penyerahan barang bukti, dan tersangka ke Jaksa Penuntut Umum (JPU). Artinya,
kedua tersangka juga telah dipindahkan penahanannya dari rumah tahanan (Rutan) Tanjungbalai Karimun ke rumah tahanan
(Rutan) Tanjungpinang.

Sementara Kasubsi Tipidum dan Tipidsus Cabjari Tanjungbatu Dedi Simatupang menyebutkan, ancaman kedua tersangka tindak
korupsi ini, bisa dijerat hukuman maksimal 20 tahun penjara. Yakni sesuai primair pasal 2 ayat 1 jo pasal pasal 18 Susidair
pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 jo Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Hasil penyidikan kedua tersangka terlibat dalam kasus tindak pidana korupsi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis
solar untuk operasional produksi air PDAM Tirta Karimun cabang Tanjungbatu tahun 2016 hingga 2017. Modusnya dengan cara
manipulasi nota dan belanja fiktif BBM jenis solar sehingga menyebabkan kerugian negera sesusai dengan hasil audit BPKP
Kepri sebesar Rp384.815.659.

Kasusnya bermula dari laporan masyarakat terkait keberadaan PDAM Tirta Karimun cabang
Tanjungbatu. (ims)

Loading...