f.tri haryono
Bandara Udara Raja Haji Abdullah Sei Bati Tebing yang melayani Susi Air.

batampos.co.id – Pemerintah Karimun meminta ke Kementerian Perhubungan untuk menambah jadwal penerbangan pesawat perintis Susi Air dari Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun ke Pekanbaru. Artinya, dari tiga kali sepekan menjadi empat kali sepekan pulang pergi.

“Sesuai arahan dari Pak Bupati, maka usulan kita ke Kemenhub harus direalisasikan. Setelah kita evaluasi, rata-rata tingkat terisi seat mencapai 90 persen,” jelas Kepala Dinas Perhubungan Karimun Fajar Harison Abidin, Senin (25/2/2019).

Loading...

Sementara data kantor Bandara Udara Raja Haji Abdullah (RHA) Sei Bati, Kecamatan Tebing, pada tahun 2018 tercatat sebanyak 114 penerbangan dari Karimun menuju Pekanbaru mencapai 98,46 persen atau 1.347 penumpang. Begitu juga sebaliknya dari Pekanbaru ke Karimun mencapai 85 persen atau 1.163 penumpang.

Sedangkan, rute Karimun ke Dabo Singket juga terjadi peningkatan mencapai 88,22 persen atau 487 penumpang. Dan sebaliknya sudah 73,73 persen atau 407 penumpang.

“Nah, untuk ke Dabo Singkep juga kita usulkan penambahan jadwal penerbangan menjadi dua kali sepekan. Yang sebelumnya, hanya satu kali sepekan,” ungkapnya.

Di sisi lain, kata Fajar lagi, Bupati juga telah mengusulkan rute baru yakni Karimun ke Tanjungpinang dan Batam. Sebab, melihat kondisi saat ini bahwasannya urusan kepemerintahan di Kabupaten Karimun dengan pemerintah Provinsi Kepri yang berada di Tanjungpinang membutuhkan akses lebih cepat.

“Kalau dilihat, selain urusan pemerintahan, animo masyarakat untuk berpergian menggunakan transportasi udara sangat tinggi.  Makanya, penambahan jadwal penerbangan bisa terealisasi tahun 2020 mendatang,” harap Fajar lagi.

Sebelumnya, Bupati Karimun Aunur Rafiq telah mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Karimun terus berupaya untuk meningkatkan bandara RHA. Sebagai pendukung akses bagi para investor yang berinvestasi di Karimun, dengan kondisi geografis yang sangat strategis berbatasan langsung dengan negara tetangga.

“Apabila nanti sudah memilik bandara yang representatif, yang bisa akses langsung ke Jakarta, Pekanbaru, Medan. Berarti, bisa membantu pertumbuhan ekonomi yang siap bersaing dengan aerah lainnya di Indonesia,” ujarnya.

Di mana, saat ini landasan pacu di bndara RHA mempunyai panjang 1400 meter dengan lahan 71 hektare dan bisa ditingkatkan menjadi 1600 meter agar dapat mendarat pesawat ATR dan sebagainya. (tri)

Loading...