f.tri haryono
Kapal nelayan tradisional ditambatkan di pelantar. Saat ini, tercatat 4.960 nelayan Karimun memegang Kartu Asuransi.

batampos.co.id – Jumlah nelayan di Kabupaten Karimun mencapai 12 ribu orang. Namun yang memiliki kartu asuransi hanya sekitar 4.960 jiwa.

Kartu asuransi nelayan dinilai sangat diperlukan untuk pengurusan administrasi selain organisasi. Oleh karenanya, Pemerintah Kabupaten Karimun mengupayakan seluruh nelayan sudah mengantongi kartu asuransi secara bertahap.

Loading...

“Tahun ini kita upayakan nelayan untuk mendapatkan kartu asuransi secara bertahap. Dengan adanya organisiasi nelayan seperti Nelayan Terpadu Kabupaten Karimun (NTKK), sangat membantu dalam pengurusan administrasi,” kata Bupati Karimun, Aunur Rafiq.

Bupati mengapresiasi keberadaan NTKK. Selain sebagai wadah tempat berkumpulnya para nelayan, juga untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Mulai yang dialokasikan melalui APBN, APBD Provinsi Kepri, maupun APBD Karimun. Terpenting mempermudah nelayan mendapatkan perlindungan asuransi, pengurusan perizinan kapal, dan sebagainya.

“Paling penting adalah perlindungan keselahatan saat melaut. Walaupun, nelayan kita rata-rata nelayan tradisional, tapi untuk keselamatan paling utama harus diprioritaskan,” ungkapnya.

Dengan mendapatkan bantuan dari pemerintah, mulai dari bantuan alat tangkap dan sebagainya diharapkan bisa meningkatkan hasil tangkapan ikan yang secara otomatis bisa meningkatkan pendapatan para nelayan itu sendiri. Dan pada bulan Maret mendatang, akan dilaksanakan kegiatan rembuk nelayan yang harus bisa dimanfaatkan apa saja yang dibutuhkan oleh para nelayan ke depannya.

“Pokoknya, bagi nelayan yang belum mendapatkan kartu asuransi, agar segera dilakukan pendataan kembali. Nah, salah perannya dari NTKK ini yang harus dilakukan data ulang,” tegasnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Perikanan Karimun Rupindy Alamsjah mengatakan, dari 12 ribu nelayan yang ada di Kabupaten Karimun sudah termasuk nelayan yang aktif maupun menjadi buruh nelayan. Selain itu juga ada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ada sekitar 206 kelompok yang baru 103 kelompok sudah memiliki badan hukum.

“Untuk di Kabupaten Karimun ada tiga organisasi nelayan yang akan duduk bersama. Ketiga organisasinya akan berembuk memberikan masukkan ke depan bagaimana para nelayan terus bisa meningkatkan penghasilannya. Bahkan arah pembangunan perikanan,” tuturnya. (tri)

Loading...