Bupati Aunur Rafiq saat menghadiri sosialisasi Kampung Pengawasan Partisipasi Pemilu di Kecamatan Tebing, Rabu (13/2/2019) .

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Karimun untuk ikut mensukseskan Pemilu
serentak pada 17 April mendatang. Terpenting, menolak praktik money politic atau politik uang.

Siapa pun presiden maupun wakil rakyat terpilih nantinya, merupakan pilihan hak masing-masing. Namun untuk memastikan pilihan, masyarakat harus berani mengatakan tidak untuk politik uang.

Loading...

“Mari kita sama-sama menolak politik uang,” ajak Rafiq saat menghadiri sosialisasi pengawasan partisipasi masyarakat oleh Bawaslu Karimun di Kampung KB, Kecamatan Tebing, Rabu (13/2/2019).

Oleh karenanya, Bupati sangat mengapresiasi kepada Bawaslu Karimun yang melaksanakan kegiatan sosialisasi ini. Mengingat,
peran masyarakat sangat penting dalam mensukseskan Pemilu kali ini. Terutama, sama-sama melakukan pengawasan dalam proses tahapan pemilu.

“Sekali lagi mari kita sukseskan pemilu dengan damai dan aman. Silahkan gunakan hak pilih Anda dengan benar. Walaupun beda warna, tapi kita tetap satu dalam keutuhan bangsa NKRI,” ungkap Bupati.

Sementara Ketua Bawaslu Karimun Nurhidayat mengatakan, proses tahapan Pemilu saat ini memasuki tahapan kampanye. Karenanya peranan masyarakat dalam pengawasan terhadap peserta pemilu sangat diharapkan. Tujuannya, bisa menekan angka kecurangan dalam proses Pemilu, dan benar-benar berjalan dijalurnya.

“Kampung KB, Kelurahan Teluk Uma ini, menjadi kampung percontohan pengawasan pemilu. Artinya dijadikan kampung pengawasan partisipatif yang berdiri posko pengawasan,” jelasnya.

Sebagai diketahui, kampung percontohan pengawasan pemilu partisipatif ini merupakan yang pertama di Provinsi Kepri. Dan
Bawaslu Karimun berencana mengundang Bawaslu RI untuk pencanangan yang disejalankan dengan deklarasi tolak politik uang pada Maret mendatang.

Selain Kelurahan Teluk Uma, kampung pengawasan pemilu partisipatif juga dibentuk di Kecamatan Kundur Barat.

“Masyarakat di Kundur Barat juga sangat peduli, dan ikut membantu pengawasan yang dilakukan panwascam. Tentu kami berharap di daerah ini juga akan berdiri kampung pengawasan pemilu,” kata Nurhidayat.

Dari tahapan pengawasan, lanjut Nurhidayat, terpenting adalah pengawasan tahapan pencoblosan, dan penghitungan surat. Karena dinilai sangat rawan konflik bagi peserta pemilu. Untuk itulah, Bawaslu terus mengajak masyarakat untuk berperan
dalam melakukan pengawasan pelaksanaan pemilu itu sendiri.

“Kita ingin, hasil Pemilu kali ini benar-benar berkwalitas, dan semua pihak harus siap menerima hasilnya dengan lapang
dada,” pesannya. (tri)

Loading...