f.ichwanul
Kakanwil BC Khusus Kepri Agus Yulianto (tengah), bersama Danlanal, Dandim, perwakilan Polres menunjukkan barang bukti sebelum dimusnahkan.

batampos.co.id  – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau, melakukan pemusnahan barang hasil tegahan tindak pidana penyelundupan senilai Rp10,6 miliar, Rabu (13/2) kemarin. pemusnahan barang-barang ilegal tersebut,
dilakukan dengan cara digilas menggunakan alat berat, dan dibakar.

Adapun barang-barang yang dimusnahkan antara lain, rokok ilegal sebanyak 1.454.560 batang, 3.048 botol, dan 13.848 kaleng minuman keras ilegal. Termasuk sebanyak 1.0006 batang kayu teki.

Loading...

“Total perkiraan nilai barang yang dimusnahkan sebesar Rp10,652,327,800. Sementara total perkiraan potensi kerugian negara yang akan ditanggung negara atas barang-barang ilegal tersebut sebesar Rp21,165,207,150 dengan rincian potensi kerugian negara dari penindakan MMEA,” ungkap Kakanwail DJBC Khusus Kepri, Agus Yulianto.

Pelaksanaan pemusnahan barang-barang ilegal ini, dikatakan Agus, sebagai bentuk transparansi Bea Cukai dalam melaksanakan tugas di bidang pengawasan. Khusunya dalam kegiatan penindakan, dan penyidikan.

“Makanya hari ini (Rabu,red), kita melaksanakan pemusnahan barang milik negara hasil pendindakan berupa barang kena cukai,
dan barang lainnya atas pelanggaran tindak pidana di bidang kepabeanan, dan cukai,” tegas Agus.

Untuk penegahan rokok ilegal sebanyak 1,454,560 batang, lanjut Agus, sebanyak 808,360 batang merupakan hasil penindakan
Kanwil BC Khsusus Kepri dari bulan Februari hingga Desember 2018 lalu. Sisanya sebanyak 646,200 batang, didapat dari hasil
penindakan sarana pengangkutan speeboat tanpa nama, dan SB Elang Laut periode awal tahun 2019.

“Penegahan barang-barang ilegal dikarenakan sangat mengganggu pertumbuhan industri dalam negeri. Bahkan dapat mengakibatkan kerugian immateril berupa terganggunya moral, dan kesehatan masyarakat,” tegas Agus.

Sementara penegahan minuman beralkohol ilegal dilakukan pada periode Februari hingga Desember 2018 lalu. Sedangkan
penegahan kayu teki diperoleh dari penindakan periode Februari 2018 hingga awal 2019.

Barang-barang yang dimusnahkan merupakan hasil tindakan atas kegiatan pengawasan patroli laut BC Khusus Kepri, dan telah
dinyatakan tidak memenuhi persyaratan impor maupun ekspor. Termasuk tidak dilengkapi surat izin masuk, atau rekomendasi
dari instansi berwenang.

“Khusus barang berupa kayu gergajian tidak dimusnahkan. Sebaliknya dihibahkan ke Yayasan Persekutuan Gereka Pantekosta Kabupaten Karimun,” beber Kakanwil. (enl)

Loading...