f.imam soekarno
Suasana pelayanan di Kantor Pos cabang Tanjungbatu.

batampos.co.id – Kepala Kantor Pos cabang Tanjungbatu Firman Herianto mengaku pengiriman paket barang melalui kantor pos keluar dari Batam terhitung tanggal 01 Februari 2019 mengalami keterlambatan. Hal itu berdasarkan keputusan Dirjen Bea Cukai No.Kep.07/BC/2019 tertanggal 01/02/2019 terjadi perubahan alur proses pengiriman paket barang keluar dari Batam.

Paket/barang yang dikirim keluar dari Batam diperlakukan sama seperti kiriman Incoming Internasional. Menyusul status Pulau Batam sebagai free trade zone (FTZ).

Loading...

“Iya terhitung awal Februari pengiriman paket barang keluar pulau Batam alami keterlambatan. Contoh jika sebelumnya pengiriman paket barang ke Bukit Tinggi, Sumbar menggunakan paket kilat khusus memakan waktu lima hari atau sepekan, sekarang bisa dua pekan lebih lebih,” kata Firman, Senin (11/2/2019) kemarin.

Lebih lanjut dikatakan sesuai dengan isi surat keputusan tersebut secara kepabeanan pulau Batam dianggap sebagai wilayah luar negeri sehingga kiriman paket barang wajib diperiksa satu persatu untuk mencocokan isi dan perhitungan pajak dalam rangka impor (PDRI).

“Pemeriksaan kiriman paket barang yang dilaksanakan secara satu persatu membuat proses menjadi lebih lama sehingga standar waktu penerimaan (SWP) tidak bisa dijanjikan,” bebernya.

Meski demikian, pelayanan pos Indonesia cabang Tanjungbatu masih normal. Bahkan pengiriman paket barang cenderung naik hanya saja sedikit terlambat sampai.

“Jadi, perlu diketahui masyarakat dan pelanggan pos Indonesia cabang Tanjungbatu dengan adanya alur proses baru ini,” imbuhnya. (ims)

Loading...