Petugas parkir motor hendaknya dibekali karcis.

batampos.co.id – Pengelola parkir roda dua di Kecamatan Kundur mengaku sekarang sulit menarik uang parkir. Pasalnya, pengelola tidak lagi mengantongi karcis parkir sebagai bukti pungutan yang sah.

Kesulitan pengelola sudah disampaikan ke Dinas Perhubungan. Namun sampai sekarang belum ada tanggapan. Padahal dengan adanya bukti karcis, bisa diketahui berapa retribusi yang disetorkan ke kas daerah.

Loading...

“Juru parkir setiap hari harus bertugas menertibkan kendaraan roda dua. Sedangkan stok karcis yang lama sudah habis, sehingga perlu secepatnya Dinas Perhubungan terbitkan karcis baru,” kata Pengelola Parkir Kecamatan, Amad Melati, Jumat (8/2/2019).

Dikatakan, untuk mengelola parkir kendaraan roda dua di wilayah Kecamatan Kundur dibantu delapan orang petugas. Sebagian besar berada di pasar dan di pertokoan Tanjungbatu Kota.

“Sekarang kami tidak lagi mematok pungutan uang pakir untuk satu unit kendaraan roda dua. Alasannya, karena kami tidak dibekali karcis sebagai dasar pungut parkir sebesar Rp 1.000,” beber Ahmad Melati seraya menyebutkan pungutan uang parkir disetor ke Dishub per tahun.

Wijoyo salah seorang warga menyambut baik dengan penerbitan karcis untuk pengelolaan parkir kendaraan roda dua. Dengan adanya karcis masyarakat sendiri mengetahui jika pungutan uang parkir masuk kas daerah bukan pungutan liar.

“Jujur dengan adanya petugas parkir kendaraan aman dan tertib, hanya saja pengelolaanya harus jelas sehingga masyarakat sendiri juga mendukung. Kalaupun alasan karcis habis seharusnya ada solusinya pihak pengelola diberi kerpecayaan untuk mencetak karcis koordinasi dengan pihak Dishub,” terang Wijoyo. (ims)

Loading...