f.tri haryono
Bupati Aunur Rafiq menyerahkan penghargaan kepada sekolah peraih Adiwiyata tingkat Nasional dan Provinsi Kepri.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq menepati janji untuk memberikan penghargaan bagi sekolah-sekolah yang meraih Piala Adiwiyata. Penyerahan penghargaan dilaksanakan, Rabu (6/2/2019) di kediaman dinas bupati.

Sebanyak lima sekolah mendapatkan penghargaan Adiwiyata tingkat nasional. Masing-masing, SMAN 4 Karimun, SMAN 1 Karimun, SMPN 1 Karimun, SMPN 3 Tebing, dan SDN 02 Karimun.

Loading...

Sedangkan 10 sekolah lainnya meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Kepri. Masing-masing, SDN 003 Tebing, SMPN 1 Meral, SDN 001 Karimun, SMPN 2 Meral, SDS 005 Cahaya Meral, SMAN 2 Karimun, SDN 009 Meral, SMPN 2 Meral Barat, SMPN 2 Karimun, dan SMPN 1 Tebing.

“Alhamdulillah. Bagi sekolah yang meraih Adiwiyata jangan berpuas diri, tapi harus bisa dipertahankan menjadi sekolah mandiri. Dan saya akan memberikan bonus bagi sekolah yang telah mengharumkan nama Kabupaten Karimun,” tegas Bupati.

SDN 02 Karimun menerima efek positif dari raihan Adiwiyata. Karena saat ini, sejumlah sekolah melakukan kunjungan untuk belajar bagaimana meraih Adiwiyata.

“Ini berarti bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah kita untuk terus meningkatkan sekolah ramah lingkungan,” kata Rafiq.

Selain sebagai tempat belajar, kata Rafiq, sekolah juga sebagai tempat taman ramah lingkungan. Artinya, bisa memberikan edukasi kepada anak didik untuk memanfaatkan lingkungan.

“Taman sekolah bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman obat-obatan. Juga pemanfaatan barang bekas dijadikan barang berharga, dan sebagainya,” tutur Rafiq.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Karimun Bakri Hasyim mengungkapkan, lima sekolah yang mendapatkan Adiwiyata nasional akan membentuk Adiwiyata Mandiri. Tujuannya sebagai pembina bagi sekolah-sekolah yang akan ikut Adiwiyata nasional di tahun- tahun mendepan.

“Yang jelas, untuk masuk nominasi Adiwiyata harus bisa memanfaatkan lingkungan sekolah. Selain penghijauan sekolah, serta proses pembelajaran yang harus masuk indikator pengelolaan lingkungan hidup,” jawab Bakri. (tri)

Loading...