f.triharyono
Kepala PSO BC Tipe A Tanjungbalai Karimun Pantjoro Agoeng menandatangani pencanangan zona integritas, Selasa (29/1/2019).

batampos.co.id – Pangkalan Sarana Operasi (PSO) Bea dan Cukai Tipe A Tanjungbalai Karimun mencanangkan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Selasa (29/1/2019).
Pencanangan tersebut dihadiri stakeholder, dan tujuh Kanwil DJBC Khusus di Kanwil DJBC Khusus Kepri.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) DJBC Khusus Kepri Agus Yulianto mengatakan, PSO BC Tipe A Tanjungbalai Karimun merupakan salah satu dari 30 unit kerja instansi BC yang diusulkan menjadi wakil kantor di lingkungan BC untuk mendapatkan predikat WBK.

Loading...

“Jadi mulai hari ini (Selasa,red), kita sudah memulai pembangunan dan pencanangan zona integritas menuju WBK. Saat deklarasi melibatkan pegawai BC, dan berkomitmen untuk sama-sama memantau pelaksanaan kegiatan tersebut,” kata Kakanwil DJBC Khusus Kepri.

Sedangkan, Kepala PSO BC Tipe A Tanjungbalai Karimun Pantjoro Agoeng membenarkan pihaknya telah ditunjuk pusat sebagai wilayah pencanangan zona integritas menuju WBK 2019. Terutama, dalam pengawasan terhadap pegawai yang bertugas di laut maupun di darat.

“Untuk mewujudkan WBK, kita sudah membangun sistem yang terkoneksi kesemua para pegawai yang sedang melaksanakan tugas. Serta berkoordinasi dengan Kanwil-kanwil lainnya,” jelasnya.

Apabila ada laporan dari luar terhadap prilaku pegawainya yang tidak wajar, maka segera dilakukan pemecatan. Seperti tahun 2018 lalu, telah dipecat dua pegawai yang melanggar indisipliner.

“Kita sudah tidak ada main-main lagi, siapapun melanggar aturan akan kita tindak tegas. Dan sudah berkomitmen, karena Kanwil DJBC Khusus Kepri sudah duluan mendapatkan predikat WBK,” ungkapnya.

Komitmen tersebut, dengan dibuktikan hasil penindakan pada tahun 2018 oleh PSO BC Tanjungbalai Karimun ada 61 jenis penindakan. Dan yang terbesar pada bulan Agustus penegahan 76 kilogram metamfetamina di perairan Tanjung Temiang Aceh. Serta, pada bulan November berhasil melakukan penegahan 1.500 kilo liter minyak mentah pada kapal KM Yosoa EK WI di laut Natuna.

Sedangkan, PSO BC Tanjungbalai Karimun melakukan koordinasi dengan 7 Kanwil DJBC saat melaksanakan pengawasan di perairan selat Melaka. Di antaranya Kanwil DJBC Khusus Kepri, Kanwil DJBC Aceh, Kanwil DJBC Sumatera Utara, Kanwil DJBC Riau, Kanwil DJBC Sumatera Bagian Timur, Kanwil DJBC Sumatera Bagian Barat, dan Kanwil DJBC Kalimantan bagian Barat. (tri)

Loading...