Perbaikan jaringan pipa utama milik PDAM Tirta Karimun di Jalan R. Oesman.
Foto triharyono

batampos.co.id – Pelanggan PT Tirta Karimun mengeluhkan buruknya kualitas air bersih yang diperoleh. Selain airnya berwarna kuning, pendistribusiannya pun sering macet.

Di sisi lain, PT Tirta Karimun sudah memberlakukan tarif baru sejak Juli 2018 lalu. Nyatanya, kenaikan tarif baru itu, tidak dibarengi dengan perbaikan kualitas air bersih yang didistribusikan.

Loading...

“Itu aja kritik saya. Dengan tarif baru tentu kualitas airnya lebih bersih. Ini tidak, airnya masih kuning, dan sering macet,” keluh seorang pelanggan PDAM Tirta Karimun, Dina, Rabu (23/1/2019).

Kepala Bagian Teknik PDAM Tirta Karimun Gunawan mengaku, selama beberapa hari distribusi air ke pelanggan terganggu karena ada perbaikan jaringan pipa utama yang bocor. Yakni di daerah Sei Bati, dan Jalan Raja Oesman, Kelurahan Kapling, Kecamatan Tebing.

“Benar distribusi air sempat terganggu. Sekarang sudah selesai dilakukan perbaikan. Tepatnya, Selasa (22/1/2019) sekitar pukul 21.00 WIB, dan langsung didistribusikan kepada pelanggan,” jelas Gunawan.

Sebetulnya, kata Gunawan, untuk perbaikan pipa utama tidak membutuhkan waktu lama. Namun jaringan pipa utama di Jalan Raja Oesman berada di bawah jalan aspal yang cukup tebal, sehingga dilakukan penggalian menggunakan mesin pemotong.

“Makanya, waktu penggalian pipa utama yang bocor cukup lama. Alhamdulillah, dua hari selesai dikerjakan hingga malam hari,” ungkapnya.

Dengan demikian, untuk pendistribusian air bersih kepada pelanggan sudah tidak ada masalah lagi. Walaupun, proses penormalan pendistrubusian air bersih dari tempat pengolahan Sei Bati ke pelanggan membutuhkan beberapa jam hingga ke konsumen.

“Kita sudah berupaya semaksimal mungkin untuk pengerjaannya. Jadi saya harap, agar para pelanggan mengerti dengan kondisi ini,” ucapnya. (tri)

Loading...