Pelajar MTs Yaspika belajar dengan duduk di lantai karena ruang belajar terbakar.
foto sandi

batampos.co.id – Miris nasib pelajar kelas 8-1, dan 82, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Yaspika. Akibat dua ruang belajar terbakar, proses belajar mengajar terpaksa dipindahkan ke laboratorium, dan ruang pertemuan guru.

Minimnya fasilitas di ruang pengganti itu, membuat puluhan anak didik harus menimba ilmu dengan duduk di lantai. Kebakaran ruang belajar terjadi, Selasa (22/1/2019) sekira pukul 00.15 WIB.

Loading...

“Betul, kebakaran telah menyebabkan dua ruang belajar tidak bisa digunakan lagi. Sebagai pengganti, kita gunakan ruang pertemuan, dan laboratorium untuk tetap melaksanakan proses belajar mengajar,” ungkap Kepala MTs Yaspika, Norbit Siman.

Sejatinya, kata Norbit, ruang belajar masih bisa dibersihkan dari sisa kebakaran. Namun karena bagian plafon atau atapnya sudah hangus, Sehingga dikhawatirkan sewaktu-waktu bisa runtuh, dan menimpa murid atau guru.

Pihak sekolah tidak menginginkan timbul masalah baru. Makanya proses belajar dipindahkan ke ruang rapat guru, dan laboratorium sekolah.

“Kita tidak tahu sampai kapan ruang rapat guru, dan laboratorium sekolah dijadikan tempat proses belajar mengajar. Karena meja dan kursi di dua RKB ikut hangus terbakar. Mirisnya, ruang rapat dan laboratorium tidak memiliki meja dan kursi lengkap,” tutur Norbit seraya menambahkan tidak mungkin sekolah diliburkan.

Mengenai penyebab kebakaran, Nurbit menduga api berasal dari arus pendek dari kipas angin yang lupa dipadamkan. Sedangkan kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp500 juta. Karena dua lokal yang terbakar sudah tidak bisa digunakan lagi, dan harus dirubuhkan.

“Untuk membangun satu lokal saja dibutuhkan biaya minimal Rp200 juta dan ditambah dengan perlengakapan meja serta kursi bisa mencapai Rp50 juta. Sehingga, diasumsikan kerugian sekitar setengah miliar,” sebutnya. (san)

Loading...